Virus Corona

Ungkit Dokter Lois, dr Tirta Jelaskan kenapa Ada Warga Percaya Hoaks Covid: Masyarakat Kecewa

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi membahas soal hoaks Covid-19. Ditayangkan di unggahan akun YouTube @Tirta pengPengPeng, Minggu (18/7/2021).

TRIBUNWOW. COM - Sosok wanita bernama dr Lois Owien sempat viral karena pernyataan hoaksnya soal Covid-19 sebelum akhirnya ditangkap polisi dan meminta maaf.

Selain dr Lois, banyak beredar di media sosial, konten-konten yang menyebut Covid-19 adalah konspirasi dan isu settingan.

Menanggapi fenomena ini, influencer sekaligus tenaga kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi menjelaskan alasan mengapa ada masyarakat yang percaya hoaks seputar Covid-19.

Dokter Lois keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (12/7/2021) pukul 18.58 WIB. (Tribunnews.com/Reza Deni)

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Golongan Denial Covid Sedikit tapi Bising, Najwa Shihab Setuju: Mikrofonnya Besar

Baca juga: Ridwan Kamil Beri Tips Hadapi Covidiots, Banyak Warganet Curhat Merasa Resah

Penjelasan itu disampaikan dr Tirta pada akun YouTube miliknya @Tirta pengPengPeng, Minggu (18/7/2021).

Mulanya dr Tirta mengungkit sekilas kondisi di lapangan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ia mengungkit bagaimana tukang servis handphone (HP) harus turun ke jalan demi bisa memeroleh pendapatan.

Dokter Tirta menjelaskan bagaimana kondisi PPKM Darurat saat ini tidak dalam kondisi terkendali.

"Memang rata-rata masyarakat kesusahan banget," ujar dr Tirta.

Ia mengatakan, orang akan mudah menaati protokol kesehatan (prokes) selama yang bersangkutan memiliki uang yang cukup.

"Ketika orang punya uang, mereka teriak prokes itu gampang," ujar dr Tirta.

"Kelak orang yang punya uang ini akan kehabisan uang."

Dokter Tirta kemudian mengungkit bagaimana kesulitan yang dialami oleh para pengusaha harus membayar sewa tempat di mal padahal pusat perbelanjaan harus tutup selama PPKM Darurat.

Kondisi tersebut kemudian berimbas pada para karyawan yang harus dirumahkan.

"Saya punya toko, toko saya 17 tutup di Jakarta," ujar dr Tirta.

"Bahaya lho ini, otomatiskan pegawai kalau dirumahkan dapat makan dari mana."

"Ujung-ujungnya mereka gizinya buruk juga," lanjutnya.

Dokter Tirta menyampaikan, rasa kekecewaan mendorong masyarakat mencari pembenaran untuk tetap nekat bekerja di luar selama PPKM Darurat.

"Akhirnya masyarakat ini kecewa, dan akhirnya mereka mencari sosok," kata dr Tirta.

"Sosok pembenaran yang bisa mewakili suara mereka, makannya sosok Lois viral, akun hoaks-hoaks viral," sambungnya.

Baca juga: Dokter Lois Janji Tak Akan Sebar Hoaks Covid Lagi, Ini Sikap dr. Tirta: Kapok yah

Simak videonya mulai menit ke-7.20:

Ciri Masyarakat Denial Covid

Sejak munculnya pandemi Covid-19 terdapat golongan masyarakat yang denial atau tidak percaya akan keberadaan Covid tersebut.

Beberapa dari mereka di media sosial menuding Covid-19 adalah sebuah konspirasi yang dirancang oleh kelompok tertentu.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, ada beberapa paham keyakinan yang dianut oleh golongan masyarakat denial Covid.

Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (14/7/2021).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membahas soal golongan masyarakat tak percaya Covid-19 di acara Mata Najwa, Rabu (14/7/2021). (YouTube Najwa Shihab)

Dalam acara itu, Ridwan menjelaskan saat ini masyarakat terbagi dua, ada yang orientasi kesehatan dan ekonomi.

Kemudian masyarakat kini memperoleh asupan informasi dari empat sumber yakni pemerintah, expert atau ahli, influencer (tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh digital/selebgram), hingga provokator.

Ridwan Kamil mengatakan informasi yang dihasilkan pun menjadi beragam, mulai dari kredibel dan ilmiah, hingga hoaks.

Akibatnya masyarakat kini terbagi menjadi tiga kelompok.

Golongan pertama adalah mereka yang tidak percaya Covid atau denial.

"Ada yang masih di kelompok golongan denial, yang tidak menerima, tidak percaya Covid," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil memaparkan, golongan ini memercayai informasi yang tidak ilmiah dan tidak kredibel seperti teori konspirasi.

"Maka konsumsi informasinya, konspirasi, Covid bisnis, China kuasai RI, globalist (agenda elit), dicovidkan, haram, settingan pemerintah, endorsement Covid, dan lain-lain," ujar pria yang kerap disapa Emil itu.

Selanjutnya ada golongan menerima dan golongan adaptasi.

"Mayoritas sebenarnya sudah di golongan menerima, dan golongan yang beradpatasi," kata Ridwan Kamil.

Terkait golongan menerima, Ridwan menjelaskan golongan ini percaya Covid namun belum taat sepenuhnya menjalankan protokol kesehatan.

Sedangkan golongan adaptasi mulai bisa patuh dan hidup normal di tengah pandemi seperti di Jepang dan Eropa.

Ridwan Kamil menyampaikan, saat ini kondisi masyarakat tengah lelah, capek dan marah karena kondisi Covid-19.

"Pesan saya dari semua ini dahulukan pesan dari pemerintah dan dahulukan pesan dari expert, serahkan pada ahlinya," kata dia.

"Jangan ahli musik ngomongin kesehatan, kan enggak nyambung."

"Kalau kita ngomong musik nanyanya ya ke pemusik bukan ke dokter."

"Kalau ngomongin Covid nanyanya ke dokter," lanjutnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga meminta agar para influencer melakukan cek ulang jika ingin membagikan informasi seputar Covid-19.

Baca juga: Bongkar Hoaks Covid Dokter Lois, dr Tirta Bantah Pasien Meninggal gara-gara Obat: 90 Persen Sembuh

Simak videonya mulai menit awal:

(TribunWow.com/Anung)

Berita lain terkait Hoaks Covid