"Ujung-ujungnya mereka gizinya buruk juga," lanjutnya.
Dokter Tirta menyampaikan, rasa kekecewaan mendorong masyarakat mencari pembenaran untuk tetap nekat bekerja di luar selama PPKM Darurat.
"Akhirnya masyarakat ini kecewa, dan akhirnya mereka mencari sosok," kata dr Tirta.
"Sosok pembenaran yang bisa mewakili suara mereka, makannya sosok Lois viral, akun hoaks-hoaks viral," sambungnya.
Baca juga: Dokter Lois Janji Tak Akan Sebar Hoaks Covid Lagi, Ini Sikap dr. Tirta: Kapok yah
Simak videonya mulai menit ke-7.20:
Ciri Masyarakat Denial Covid
Sejak munculnya pandemi Covid-19 terdapat golongan masyarakat yang denial atau tidak percaya akan keberadaan Covid tersebut.
Beberapa dari mereka di media sosial menuding Covid-19 adalah sebuah konspirasi yang dirancang oleh kelompok tertentu.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, ada beberapa paham keyakinan yang dianut oleh golongan masyarakat denial Covid.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Mata Najwa, Rabu (14/7/2021).
Dalam acara itu, Ridwan menjelaskan saat ini masyarakat terbagi dua, ada yang orientasi kesehatan dan ekonomi.
Kemudian masyarakat kini memperoleh asupan informasi dari empat sumber yakni pemerintah, expert atau ahli, influencer (tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh digital/selebgram), hingga provokator.
Ridwan Kamil mengatakan informasi yang dihasilkan pun menjadi beragam, mulai dari kredibel dan ilmiah, hingga hoaks.
Akibatnya masyarakat kini terbagi menjadi tiga kelompok.
Golongan pertama adalah mereka yang tidak percaya Covid atau denial.