Virus Corona

Viral Minta ICU untuk Anggota DPR, Saleh Daulay Bantah Ingin Negara Istimewakan Pejabat: Mohon Maaf

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua MKD DPR RI, Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay saat kunker spesifik pengawasan pemalsuan rapid antigen di Bandara Kualanamu, Medan, 28 Mei 2021. Terbaru, Saleh menyampaikan klarifikasi soal ruang ICU untuk DPR lewat akun Instagramnya, @salehpd, Rabu (14/7/2021).

TRIBUNWOW.COM - Sosok politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay kini tengah menjadi sorotan publik gara-gara pernyataannya terkait pandemi Covid-19.

Pria yang juga merupakan anggota Komisi IX DPR RI itu meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar menjamin ketersediaan ruang intensive care unit (ICU) untuk wakil rakyat.

Lewat akun Instagramnya, @salehpd, Rabu (14/7/2021), Saleh memberikan klarifikasi soal pernyataannya yang terlanjur viral di media sosial tersebut.

Wakil Ketua MKD DPR RI, Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Daulay menyampaikan klarifikasi soal ruang ICU untuk DPR lewat akun Instagramnya, @salehpd, Rabu (14/7/2021). (Instagram/@salehpd)

Baca juga: Sosok Rosaline Irene Rumaseuw, Wasekjen PAN yang Usul RS Khusus Pejabat, Ditegur Partainya Sendiri

Baca juga: Saleh Daulay Tak Mau Anggota DPR Tidak Dapat ICU, FORMAPPI: Berlebihan, jika Tak Mau Disebut Konyol

Saleh menekankan dirinya tidak ingin pejabat atau wakil rakyat secara khusus diistimewakan oleh negara.

Ia menegaskan dirinya ingin seluruh masyarakat mendapat fasilitas kesehatan yang sama.

Berikut isi klarifikasi Saleh:

"Saya perlu meluruskan bahwa apa yang saya sampaikan di rapat tidak ada maksud untuk melebih-lebihkan para pejabat ataupun anggota DPR.

Apa yang saya sampaikan adalah bagaimana agar pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk merawat seluruh pasien Covid, tanpa terkecuali dan tanpa membedakan kelas sosial."

Lewat caption-nya, Saleh juga menyampaikan permohonan maaf dan mengajak publik untuk bersama-sama mengatasi pandemi Covid-19:

"Klarifikasi sudah banyak saya sampaikan di media berkenaan dengan hal ini. Saya tidak bisa menanggapi satu per satu komentar yang ada. Namun demikian, meskipun telah disampaikan klarifikasi seperti ini, jika dinilai masih tidak cukup, saya dengan terbuka dan dari lubuk hati paling dalam mengucapkan MOHON MAAF yang sebesar-besarnya. Mari kita menghadapi pandemi ini secara bersama-sama agar kita segera terhindar dari krisis yang ada."

Kala itu permohonan Saleh diajukan ketika dirinya menjalani rapat kerja dengan Menkes dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Senayan, Jakarta pada Selasa (13/7/2021).

"Saya tidak mau lagi mendengar anggota DPR yang tidak dapat tempat ICU, seperti yang dialami oleh anggota fraksi PAN, saudaraku John Siffy Mirin anggota DPR dari Papua, tidak mendapat ICU," ucap Saleh.

"Sampai akhirnya meninggal setelah dipindahkan ke RSPAD, tetapi hanya 2 jam di ICU karena terlambat," kata Saleh, dikutip dari tayangan Youtube, DPR RI, Rabu (14/6/2021).

Saleh saat itu juga mengungkit sempat kehilangan keluarganya yang terpapar Covid-19 karena kesulitan mendapat rumah sakit.

Banyak warganet kemudian menghujat lalu mengkritik Saleh yang dianggap ingin mengistimewakan pejabat di atas masyarakat biasa.

Halaman
12