Viral Medsos

Fakta Viral Satpol PP Minta Tukang Tambal Ban Layani Online, Video Ternyata Dipotong, Ini Aslinya

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

video yang memperlihatkan petugas Satpol PP meminta tukang tambal ban untuk melayani pelanggan secara online

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan petugas Satpol PP meminta tukang tambal ban untuk melayani pelanggan secara online.

Video itu kemudian menuai pertanyaan dari netizen, bahkan tak sedikit yang mengolok-olok petugas Satpol PP tersebut.

Akan tetapi, video yang beredar ternyata hasil pemotongan atau editing, dengan mengambil momen saat petugas Satpol PP mengingatkan agar membuka pelayanan secara online selama PPKM Darurat.

Baca juga: Sosok Dokter Lois Owien yang Viral Nyatakan Tak Percaya Covid-19, Ternyata Tidak Terdaftar di IDI

Video yang dipotong tersebut, diunggah oleh akun Instagram @video_medsos, pada Jumat (9/7/2021) silam.

Di video itu tampak beberapa petugas gabungan sedang melakukan sidak diduga terkait peraturan PPKM darurat.

Salah seorang petugas Satpol PP tampak menghampiri lapak tambal ban milik seorang pria yang saat itu masih buka.

Sang petugas lantas memberikan instruksi bahwa sejak hari itu hingga tanggal 20 Juli nanti, tidak boleh melayani pelanggan, kecuali secara online.

Tukang tambal pun bertanya pada petugas satpol PP bagaimana melayani pelanggan secara online.

"Mulai hari ini sampai tanggal 20 tidak ada melayani kecuali online," ucap petugas tersebut.

"Hah tambal ban online Pak?" tanya pemilik lapak tambal ban.

Video yang viral dipotong hanya sampai dibagian tersebut, sehingga membuat sejumlah netizen menghujat petugas Satpol PP itu.

Netizen yang tak tahu peristiwa sesungguhnya menyebut ucapan petugas Satpol PP tak masuk akal.

"Gimana caranya tambal ban online coba?" tanya salah seorang warganet.

"Terlalu bersemangat si bapak. Pahami dulu sektor-sektor yang boleh dan tidak boleh melayani secara offline sebelum bertugas," sahut warganet lain.

"Online via aplikasi apa Pak?" tanya warganet lain.

Halaman
12