Lalu, cara berlari, kaki terkuat harus menjadi penghentak pertama gerakan lari sebelum melakukan eksekusi, tujuannya, untuk memberikan tenaga ketika penalti ditendang.
Yang ketiga adalah statistik mencatat, penendang keempat adalah yang paling sering gagal, cara menghindarinya adalah, 4 penendang awal, haruslah 4 eksekutor utama tim.
Lalu yang terakhir, pemain harus segera mengeksekusi penalti kurang dari satu detik setelah wasit meniup peluit.
Ben Lyttleton, penulis buku Twelve Yards : The Art and Psychology of the perfect penalty kick, menjelaskannya.
Penendang penalti hanya punya fokus selama 0,6 detik setelah wasit meniup peluit, sehingga bola harus segera dieksekusi kurang dari waktu tersebut.
Itulah alasan, rata-rata pemain Inggris mengeksekusi penalti rata-rata 0,28 detik setelah wasit meniup peluit, sebagai perbandingan, Usain Bolt mulai berlari dalam waktu 0,17 detik setelah wasit menembak.
Ini yang mengevolusi pemain-pemain Inggris, dan Harry Kane adalah contoh yang sempurna.
Harry Kane, mengkomposisikan dirinya untuk segera mengeksekusi bola, dengan kekuatan yang tepat dan arah yang sulit dibaca kiper.
Baca juga: 5 Sifat Gareth Southgate hingga Sukses Bawa Inggris Melaju sampai Final EURO 2020 Lawan Italia
Baca juga: Eks Pelatih Inter Milan Antonio Conte Bagikan Cara Italia untuk Kalahkan Inggris di Final EURO 2020
Lalu bagaimana dengan penjaga gawang?
Di sepak bola 70 hingga 90-an, kiper hanya akan membaca gestur eksekutor, tapi FA sekali lagi, mengubah cara pandang tersebut.
Kiper tidak lagi hanya bersiap ketika penendang mengeksekusi, kiper harus tau urutan eksekutor, dan Jordan Pickford mengakuinya.
"Saya melakukan banyak riset," ujar Pickford.
"Ketika Piala Dunia 2018 (melawan Kolombia), saya menebak semua arah penendang, hanya Falcao yang mengubah arah eksekusinya," ujar Pickford.
Bahkan, cara pemain meletakkan bola adalah gesture yang wajib dibaca, pasalnya, pemain yang meletakkan bola ke kiri titik, akan megeksekusi bola ke kanan atau atas.
Data yang dihimpun Statsbomb menyebut, eksekusi ke arah kiri penjaga gawang, 34 persen berpeluang gagal dibanding yang ke arah kanan sebesar 22 persen.