TRIBUNWOW.COM - Pelatih Prancis, Didier Deschamps merasakan buntut atas kekalahan timnya atas Swiss di babak perempat final Euro 2020.
Buntut kekalahan yang dirasakan oleh pelatih yang sukses bawa Prancis juara Piala Dunia 2018 adalah ancaman pemecatan.
Hal tersebut sebenarnya tidak tabu dirasakan oleh pelatih yang menukangi klub atau negara besar, seperti Prancis.
Mengingat, tuntutan prestasi tinggi yang diinginkan menjadikan semuanya diminta menjadi instan.
Seperti halnya yang dirasakan oleh pelatih Prancis, Didier Deschamps.
Pelatih berusia 52 tahun tersebut gagal membawa Prancis mengawinkan gelar Piala Dunia 2018 dengan Piala Eropa 2020.
Skuad Les Blues harus menyerah atas Swiss di babak adu penalti dengan skor 4-5.
Kekalahan yang terasa menyakitkan mengingat Prancis tersingkir sejak babak perempat final.
Terlebih, sebenarnya mereka telah unggul jauh 3-1 atas Swiss sebelum pada akhirnya kelengahan di lini tengah dan belakang memaksa Prancis angkat koper lebih dini dari Euro 2020.
Baca juga: Beda dari Pelatih Inggris Sebelumnya, 5 Perilaku Southgate Sukses Bawa Kane dkk Gacor di EURO 2020
Baca juga: Gebrakan Besar Denmark di EURO 2020, Pelatih Hjulmand: Saya Tidak Mau Bicara soal 1992
Seperti dikutip TribunWow.com dari Daily Mail, pelatih Prancis, Didier Deschamps mengatakan bahwa ia tidak akan mundur dari kursi kepelatihan Les Blues.
Ia juga menambahkan bahwa dirinyalah yang bertanggungjawa atas kegagalan Prancis di babak perempat final Euro 2020.
"Itu bukan pertanyaannya," jelas Deschamps, ketika ditanya tentang masa depannya. “Ada persatuan dan solidaritas di skuat ini
"Saya bertanggung jawab, ketika keadaan menjadi buruk, saya bersama mereka, mereka bersama saya," imbuhnya.
Mantan pelatih Marseille tersebut juga menjelaskan bahwa ia dan anak asuhnya membutuhkan waktu kembali untuk meramu tim.
"Kami akan membutuhkan waktu untuk mengelola ini. Tidak ada formula ajaib, ada keseimbangan untuk kita temukan di masa depan," jelasnya.