Virus Corona

Namanya Dipakai untuk Sebar Hoaks soal Covid, Najwa Shihab Soroti 2 Kelompok Pengguna WhatsApp

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presenter Najwa Shihab membahas soal pesan hoaks tentang Covid-19 yang disebarkan lewat grup-grup di WhatsApp (WA). Pesan hoaks tersebut disebar dibuat oleh oknum tak bertanggung jawab seakan-akan ditulis langsung oleh Najwa Shihab.

TRIBUNWOW.COM - Belum lama ini, nama presenter Najwa Shihab dipakai oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks tentang Covid-19 yang disebarkan lewat grup-grup di WhatsApp (WA).

Dalam hoaks tersebut, oknum itu menuliskan seolah-olah Najwa meragukan kebenaran prosedur rapid test dan PCR.

Menanggapi hoaks itu, Najwa mengakui dirinya memiliki kekhawatiran tersendiri bahwa hoaks dapat dengan mudah dipercaya jika disebar di grup-grup WA.

Najwa Shihab menyerahkan orang lain untuk memimpin acara Mata Najwa yang diberi judul 'Mata Najwa Takeover: Blak-blakan Dokter', Rabu (23/6/2021) malam. (YouTube Najwa Shihab)

Baca juga: H-1 PPKM Darurat, Ridwan Kamil Minta Maaf ke Warga Jabar dan Posting Video Ini

Baca juga: Bisa Dipakai untuk Covid, BPOM Ingatkan Ivermectin adalah Obat Keras yang Ada Risiko Efek Samping

Hal tersebut disampaikan Najwa di akun YouTube Najwa Shihab, Jumat (2/7/2021).

Meskipun sudah memberikan klarifikasi, Najwa mengaku kerap dihubungi oleh banyak pihak yang penasaran akan broadcast oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Najwa menambahkan, sebelum heboh pada saat ini, hoaks itu sempat beredar tahun lalu ketika angka Covid-19 sedang meninggi.

Jurnalis yang akrab dipanggil dengan nama Mbak Nana itu menyatakan penting untuk terus memberantas hoaks-hoaks yang beredar.

"Dan menurut saya ini sesuatu yang memang perlu diperhatikan karena ada banyak sekali hoaks, ada banyak sekali misinformasi virus dusta yang beredar hari-hari ini di tengah pandemi," kata Najwa.

"Dan sesungguhnya ini bisa sama berbahayanya dengan virus covid-19 itu sendiri."

"Kerap kali kalau kita lihat di media sosial, jadinya prihatin campur kesal, campur gemas melihat begitu banyak komentar-komentar yang bertebaran yang rasa-rasanya itu jelas-jelas karena mereka terpapar oleh virus dusta atau hoaks yang begitu merajalela di tengah-tengah kita," sambungnya.

Najwa berpendapat, hoaks akan lebih mudah dipercaya apabila disebarkan di grup-grup WhatsApp.

"Biasanya grup WhatsApp keluarga atau grup whatsapp kelompok pertemanan, jadi orang-orang dekat yang memang mereka kenal," kata Najwa.

"Jadi informasi yang diberikan lebih mudah dipercaya padahal sesungguhnya ada banyak sekali juga informasi yang tidak akurat yang beredar di grup-grup itu."

Najwa lalu menyoroti dua kelompok pengguna WA, yakni generasi tua yang kerap menjadi penyebar berita tak kredibel.

Lalu ada generasi muda yang sebenarnya mengerti mana yang hoaks dan mana yang bukan namun memilih untuk diam karena malas berdebat dengan para generasi tua.

Halaman
123