Akan tetapi, dirinya bakal menghormati sisa kontrak bersama Les Parisiens dan bakal pergi dengan status bebas transfer pada musim panas 2022.
Keputusan tersebut diambil tepat setelah kegagalan Prancis di babak 16 besar Euro 2020.
Pihak PSG diklaim juga mempertimbangkan tidak menjual Mbappe pada bursa transfer musim panas 2021.
Maka per 1 Januari 2022, tepat pada bursa transfer musim dingin dibuka nanti, pemain yang mengagumi Cristiano Ronaldo tersebut bebas untuk bernegosiasi dengan klub mana pun.
Sejatinya proses negosiasi antara klub dan Mbappe telah berlangsung dalam satu tahun terakhir.
Namun, alotnya negosiasi membuat presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, ikut turun tangan.
Baca juga: Termasuk Mbappe, Inilah 3 Pemain Termahal di EURO 2020 tapi Melempem, Simak Statistik Lengkapnya
Nasser Al-Khelaifi berupaya dengan segala cara untuk mencapai kesepakatan dengan Mbappe.
Pembicaraan antara direktur olahraga PSG, Leonardo, dan perwakilan Mbappe tidak berjalan dengan baik.
Oleh karena itu, Al-Khelaifi sampai turun gunung untuk ikut andil dalam kesepakatan kontrak baru Mbappe.
PSG sendiri berusaha memenuhi tuntutan dari Mbappe agar sang pemain berusaha bertahan dengan menginvestasikan sejumlah pemain anyar dalam proyek olahraga klub.
Dalam hal ini, tuntutan yang diinginkan oleh Mbappe adalah PSG diminta membenahi klub agar sukses di Liga Champions.
Apalagi, Les Parisiens pada musim 2020-2021 gagal mempertahankan gelar juara Liga Prancis lantaran trofi disabet oleh Lille.
Les Parisiens diketahui berhasil menggaet Georginio Wijnaldum dan Gianluigi Donnarumma pada bursa transfer musim panas tahun ini.
Sementara Achraf Hakimi dan Sergio Ramos disinyalir bakal menjadi rekrutan anyar berikutnya.
Kabar mengenai keputusan Mbappe yang menolak menambah masa bakti dengan Les Parisiens tentunya menjadi angin segar bagi Real Madrid.
Baca juga: Atalanta Patut Berbangga, 5 Pemainnya Bersinar di EURO 2020, Samai Rekor Real Madrid dan Barcelona