TRIBUNWOW.COM - Timnas Ukraina dihadapkan dengan lawan tangguh di babak 8 besar Piala Eropa atau EURO 2020.
Setelah menyingkirkan Swedia di babak 16 besar, Ukraina akan melawan Inggris di babak perempat final EURO 2020 di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu (4/7/2021).
Menghadapi Inggris, skuad Ukraina disebut akan berjuang penuh bahkan siap mati di lapangan.
Hal itu disampaikan langsung oleh sang pelatih Ukraina Andriy Shevchenko.
Baca juga: Kylian Mbappe Tolak Perpanjangan Kontrak dari PSG setelah Gagal Bersama Timnas Prancis di EURO 2020
Baca juga: Tumpul di Piala Dunia 2018, Raheem Sterling Cetak 3 dari 4 gol Inggris di Euro 2020, Ini Sosoknya
Tidak dipungkiri bahwa di atas kertas, timnas Inggris lebih diunggulkan daripada timnas Ukraina untuk lolos ke babak berikutnya.
Kendati demikian, bukan berarti timnas Ukraina sama sekali tidak memiliki peluang untuk mengalahkan timnas Inggris dan melaju ke semifinal Piala Eropa 2020.
Tim yang dilatih Andriy Shevchenko itu mungkin saja menunjukkan semangat pantang menyerah seperti apa yang mereka perlihatkan dalam pertandingan melawan timnas Swedia pada babak 16 besar.
Pada pertandingan melawan timnas Swedia, timnas Ukraina harus bermain selama kurang lebih dua jam karena laga berlanjut ke babak tambahan setelah skor 1-1 bertahan sepanjang waktu normal.
Gol timnas Ukraina pada waktu normal dicetak oleh Oleksandr Zinchenko pada menit ke-27.
Sementara itu, gol timnas Swedia diciptakan oleh Emil Forsberg pada menit ke-43.
Pada babak tambahan, pemain timnas Ukraina sama sekali tidak kehilangan semangat.
Hal itu pun membuat timnas Ukraina berhasil mencetak gol penentu kemenangan lewat aksi Artem Dovbyk pada menit ke-120+1.
Baca juga: 7 Hal yang Dikomentari Jose Mourinho di Euro 2020, Jagokan Inggris, Sulit Cari Kelemahan Italia
Baca juga: Menanti Kiprah 4 Tim Kuda Hitam di 8 Besar EURO 2020, Korban Selanjutnya Spanyol dan Inggris?
Skenario yang sama pun masih mungkin terjadi pada pertandingan kontra timnas Inggris nanti.
Jika benar terjadi, pemain timnas Ukraina pun diyakini siap melakukan apa pun untuk menaklukkan timnas Inggris, bahkan jika harus mati di lapangan.
Setidaknya seperti itu menurut petenis asal Ukraina, Elina Svitolina.