Virus Corona

Kasus Covid-19 Terus Naik, IDI, Oposisi, hingga WHO Desak Pemerintah Indonesia Terapkan PSBB

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat dalam rangka pengecekan penerapan PPKM, 25 Juni 2021.

TRIBUNWOW.COM - Angka kasus Covid-19 di Indonesia sampai saat ini terus naik di berbagai wilayah.

Banyak fasilitas kesehatan sudah mulai kerepotan menangani tingginya angka pasien Covid-19.

Terkait hal ini, sejumlah pihak telah menyuarakan desakan kepada pemerintah Indonesia agar memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, desakan itu datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kelompok oposisi pemerintah, hingga organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 16 Juni 2021. Terbaru, Jokowi menyampaikan pesan terkait Covid-19 di akun Instagram miliknya @jokowi, Kamis (24/6/2021). (Instagram/@jokowi)

IDI Khawatir Risiko Kolaps

Tim mitigasi IDI bersama perhimpunan lima profesi dokter khawatir sektor kesehatan di Indonesia akan kolaps karena tingginya kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Kami tidak ingin sistem kesehatan Indonesia menjadi kolaps," kata Ketua Tim Mitigasi Dokter PB IDI, dr Adib Khumaidi, melalui keterangan tertulis, Minggu (27/6/2021).

Lima perhimpunan profesi dokter itu terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI).

Baca juga: Covid-19 Tak Kunjung Usai, Ketum Forkoma PMKRI Ingatkan Seluruh Pengurus Pegang Erat 3 Nilai Luhur

Melihat tingginya jumlah pasien Covid-19 di Indonesia, IDI meminta agar pemerintah segera menerapkan PSBB untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19.

IDI juga mendesak pemerintah mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat Indonesia.

Selain itu pemerintah turut didesak melakukan tracing dan testing secara masif agar kasus Covid-19 ditemukan sedini mungkin.

Minta Pemerintah Lockdown Pulau Jawa

Di sisi lain, pihak oposisi yakni Partai Demokrat meminta agar pemerintah berani mengambil keputusan untuk menetapkan lockdown di Pulau Jawa.

Deputi Riset dan Survei Balitbang DPP Partai Demokrat Jibriel Avessina menuturkan, biaya karantina wilayah lebih murah ketimbang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

"Berdasarkan kajian kami, karantina wilayah se-Jawa dalam jangka waktu satu bulan membutuhkan dana Rp 48 triliun," kata Jibriel dalam keterangannya, Selasa (29/6/2021).

Halaman
12