Kabar Tokoh

Sosok Fadjroel Rachman, Calon Dubes RI untuk Kazakhstan, Sempat Icip Dinginnya Lantai Penjara

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman

Dikutip dari Kompas.com, Fadjroel merupakan aktivis 1998 yang terlibat dalam demonstrasi menuntut penurunan Presiden Soeharto.

Ia pernah merasakan dinginnya lantai penjara pada era Orde Baru.

Ketika itu, Fadjroel mendekam di Nusa Kambangan sebagai tahanan politik.

Satu di antara aksi Fadjroel yang mengkritik Orde Baru adalah Gerakan Lima Agustus ITB (1989).

Tak hanya itu, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia juga dikenal vokal mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah.

Pada 2009 silam, Fadjroel pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) independen.

Namun, upayanya gagal karena uji materi terkait capres dari jalur independen ditolak di Mahkamah Konstitusi (MK).

Fadjroel Rachman sempat berkuliah di ITB namun dikeluarkan dari ITB pasca-Gerakan 5 Agustus 1989.

Saat itu ia dianggap melawan pemerintah Orde Baru.

Kemudian tahun 1992 masuk FEUI dengan rekomendasi jurnalis senior Mochtar Lubis.

Lulus Strata 1, Fadjroel mendapat gelar Magister Hukum Ekonomi UI.

Kemudian di tahun 2015, ia meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi UI.

Daftar 33 Calon Dubes RI

Suasana pelantikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/3/2017). Presiden melantik 17 Duta Besar LBBP untuk negara sahabat diantaranya, Ikrar Nusa Bhakti untuk Tunisia, Tantowi Yahya untuk Selandia Baru, Darmansjah Djumala untuk Austria, dan Yuddy Chrisnandi untuk Ukraina. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

1. Ade Padmo Sarwono

Untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina, berkedudukan di Amman (KARIR)

Halaman
1234