Kabar Tokoh

Sosok Fadjroel Rachman, Jubir Presiden Jokowi yang Kini Jadi Calon Dubes RI untuk Kazakhstan

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fadjroel Rachman usai ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden. Terbaru, Fadjroel diusulkan menjadi duta besar (dubes) RI untuk Kazakhstan.

Ia pernah merasakan dinginnya lantai penjara pada era Orde Baru.

Ketika itu, Fadjroel mendekam di Nusa Kambangan sebagai tahanan politik.

Satu di antara aksi Fadjroel yang mengkritik Orde Baru adalah Gerakan Lima Agustus ITB (1989).

Tak hanya itu, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ia juga dikenal vokal mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah.

Pada 2009 silam, Fadjroel pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) independen.

Namun, upayanya gagal karena uji materi terkait capres dari jalur independen ditolak di Mahkamah Konstitusi (MK).

Mengutip situs resmi PT Waskita Karya, Fadjroel mendapat gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1995.

Sebelumnya, Fadjroel sempat berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Kimia.

Tetapi, ia drop-out di tahun 1992.

Atas rekomendasi Rizal Ramli, Fadjroel kembali kuliah di UI.

Lulus Strata 1, Fadjroel mendapat gelar Magister Hukum Ekonomi UI.

Kemudian di tahun 2015, ia meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi UI.

Daftar 33 Calon Dubes RI

Suasana pelantikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk negara sahabat di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/3/2017). Presiden melantik 17 Duta Besar LBBP untuk negara sahabat diantaranya, Ikrar Nusa Bhakti untuk Tunisia, Tantowi Yahya untuk Selandia Baru, Darmansjah Djumala untuk Austria, dan Yuddy Chrisnandi untuk Ukraina. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

1. Ade Padmo Sarwono

Untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina, berkedudukan di Amman (KARIR)

Halaman
1234