Wacana Presiden 3 Periode

Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Demokrat: Seakan-akan Tanpa Jokowi Indonesia Tak akan Bisa Maju

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara rapat pimpinan Ketua Umum Demokrat dengan jajaran Ketua DPD, Jakarta, 1 Februari 2021. Terbaru, Demokrat menolak wacana presiden 3 periode yang kini ramai digaungkan, Selasa (22/6/2021).

TRIBUNWOW.COM - Partai Demokrat menolak wacana masa jabatan presiden tiga periode yang kini ramai digaungkan.

Dilansir TribunWow.com dari akun resmi Instagram Partai Demokrat @pdemokrat pada Senin (21/6/2021), Demokrat memposting tiga postingan dan menyematkan masing-masing salah fraksinya terkait wacana tersebut.

Dalam postingan pertama, Partai Demokrat memposting foto Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Baca juga: Ade Armando Peringatkan Bahaya Jokowi 3 Periode: Harganya Sangat Mahal

Dalam postingan tersebut, Rachland menilai bahwa wacana masa jabatan presiden tiga periode tersebut melanggar konstitusi.

Postingan tersebut juga menyinggung presiden sebelumnya, Ir Soekarno dan Soeharto.

Berikut captionnya. 

"Soekarno berkuasa puluhan tahun. Soeharto berulang jadi Presiden.

Tapi mereka bisa begitu karena sistem politik otoriter, ditopang konstitusi darurat tanpa batasan masa jabatan Presiden."

"(Sekarang) konstitusi kita bilang cuma boleh dua periode. Jadi ini jelas gerakan melawan konstitusi.

- Rachland Nashidik -"

Tangkapan layar postingan Instagram Partai Demokrat dalam akun Instagram @pdemokrat memkai foto Rachland Nashidik pada Senin (21/6/2021). (Instagram Partai Demokrat @pdemokrat)

Sementara itu, pada postingan kedua memperlihatkan foto Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

Dalam postingannya, Partai Demokrat menyebutkan bahwa Indonesia bukan hanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan RI (Menhan) Prabowo Subianto.

Disitu juga ditulisakan untuk tidak menghina rakyat Indonesia dengan wacana Jokowi tiga periode apalagi dengan lelucon Jokowi-Prabowo yang tidak lucu.

"Indonesia bukan hanya Jokowi dan Prabowo semata-mata.

Seakan-akan tanpa Jokowi dan Prabowo , Indonesia tidak akan bisa maju dan menjadi lebih baik.

Halaman
123