TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, membeberkan alasannya ngotot mendukung presiden tiga periode.
Dilansir TribunWow.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasti menang jika kembali maju di Pilpres 2024.
Selain itu, ia juga menyebut Jokowi menjadi satu-satunya harapan PDI Perjuangan (PDIP) untuk kembali memenangkan Pilpres.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Senin (21/6/2021).
Baca juga: Sosok M Qodari yang Dukung Wacana Presiden 3 Periode, Disamakan Refly Harun dengan Arief Poyuono
Baca juga: Debat dengan Qodari soal Isu Wacana Presiden 3 Periode, Refly Harun: Tolak Jokowi-Prabowo 2024
Hingga kini, Qodari menilai tak ada satu pun calon populer untuk maju di Pilpres 2024.
"Mereka juga akan realistis, mereka akan melihat cara berpikir dan arah dukungan masyarakat," ujar Qodari.
"Sampai sekarang tidak ada calon yang populer."
Terkait hal itu, Qodari lantas menyinggung kandidat dari partai lain yang mungkin maju di Pilpres 2024.
Menurut Qodari, kandidat dari partai lain belum tentu memenangkan kontestasi politik lima tahun sekali tersebut.
"Sekarang misalnya partai yang punya kandidat, misalnya Partai Golkar Pak Airlangga," ujarnya.
"Surveinya berapa? Kalau diperjuangkan kan ada sumber daya, ada proses, belum tentu menang."
Ia juga menyinggung kemungkinan Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berpasangan di Pilpres selanjutnya.
"Terus misalnya Prabowo-Puan, atau Puan calon presiden."
"Bagaimana dengan peluang PDIP sebagai partai polisik pemenang Pemilu Legisaltif?"
"Apakah bisa diulangi dengan Mbak Puan sebagai calon presiden?"
"Atau Mbak Puan sebagai calon wakil presiden bagi Pak Prabowo, ada komplikasinya sendiri," lanjutnya.
Karena itu, Qodari menyebut kandidat PDIP yang pasti menang di Pilpres 2024 adalah Jokowi.
"Nanti yang akan menang Pak Prabowo, partai Gerindra."
"Jadi menurut saya dari kaca mata PDIP yang paling pasti menang Pemilu itu ya Pak Jokowi," tandasnya.
Baca juga: Kritik Qodari yang Dukung Jokowi 3 Periode, Refly Harun: Prabowo Apa Mau Jadi Wakil Presiden?
Baca juga: Qodari Dukung Jokowi 3 Periode dan Berpasangan dengan Prabowo untuk Tangkal Hoaks: Turun 80 Persen
Simak video berikut ini mulai menit ke-7.41:
Refly Harun Heran
Refly Harun buka suara soal kontroversi presiden tiga periode yang mendapat dukungan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari.
Dilansir TribunWow.com, Refly mengaku heran dengan pernyataan M Qodari tersebut.
Apalagi, M Qodari mengaku bakal mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.
Terkait hal itu, Refly menyoroti sikap Jokowi yang dinilainya tak tegas menolak usuan presiden tiga periode tersebut.
Baca juga: Soal Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi Mania: Tidak Baik Bagi Alam Demokrasi
Baca juga: Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Pendukung Jokowi: Tak Usah Buang Energi Mendorong-dorong Beliau
"Sejauh ini tidak ada pernyataan yang firm dari Presiden Jokowi yang menolak wacana tiga periode," ucap Refly.
"Ya wacananya normatif, cari muka 'Saya tidak berpikir' dan lain sebagainya."
"Tapi tidak berusaha untuk menghentikan aspirasi itu by giving strong statement."
"Bahwa dia menolak atau tidak mau dicalonkan pada periode ketiga," lanjutnya.
Menurut Refly, Jokowi seharusnya mengungkap penryataan tegas menolak usulan presiden tiga periode.
Jika tidak, kata Refly, usulan tersebut akan terus bergulir.
"Kalau dia strong, maka menurut saya tidak ada lagi upaya mengubah konstitusi jadi tiga periode," ujar Refly.
"Sepanjang strong statement enggak ada ya upaya jalan terus."
Baca juga: Sosok M Qodari yang Gaungkan Wacana Presiden 3 Periode, Disamakan Refly Harun dengan Arief Poyuono
Baca juga: Qodari Dukung Jokowi 3 Periode dan Berpasangan dengan Prabowo untuk Tangkal Hoaks: Turun 80 Persen
Ia lantas menyinggung orang-orang di lingkup pemerintahan Jokowi.
"Terutama berkaitan antara orang-orang di sekitar kekuasaan yang sudah menikmati kekuasaan dan nyaman dengan kekuasaan ini dan ingin terus berkuasa."
"Dengan pihak-pihak seperti Qodari ini, kadang saya heran apa tujuannya."
Refly juga mengaku heran dengan pernyataan Qodari tersebut.
"Karena kalau tujuannya mengatakan united Indonesia, rasanya enggak juga."
"Karena ketika Prabowo menjadi bagian dari kabinet tetap saja kelompok yang kritis bekerja dengan kekritisannya," tandasnya. (TribunWow.com)