TRIBUNWOW.COM - Wacana usulan presiden tiga periode yang di utarakan oleh Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari mendapat penolakan dari Jokowi Mania.
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Minggu (20/6/2021), menurut Ketua umum (Ketum) Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, wacana tersebut tidak baik bagi alam demokrasi.
"Kami menolak gagasan tiga periode ini, ini tidak baik bagi alam demokrasi," kata Immanuel, Minggu (20/6/2021).
Baca juga: Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Pendukung Jokowi: Tak Usah Buang Energi Mendorong-dorong Beliau
Meski Immanuel adalah pendukung Jokowi, ternyata dia menolak gagasan tersebut.
Tetapi, jika gagasan tersebut hanya menjadi bahan diskusi, Immanuel masih bisa menerimanya.
"Sekali lagi kami menyampaikan walaupun saya sebagai pendukung Presiden Jokowi, saya rasa wacara presiden tiga periode ini, sebagai alat untuk menjadi bahan diskusi itu menurut kami tidak masalah," tegas Immanuel.
Tetapi lain soal jika hal ini diterapkan.
Menurut Immanuel jabatan presiden hingga tiga periode ini justru akan menjadi bencana bagi demokrasi itu sendiri.
"Tapi ketika ini menjadi praktek politik untuk 2024 maka ini akan menjadi bencana buat demokrasi itu sendiri," pungkasnya.
Penolakan wacana presiden tiga periode juga datang dari relawan Jokowi yang tergabung dalam Arus Bawah Jokowi (ABJ).
Baca juga: Qodari Dukung Jokowi 3 Periode dan Berpasangan dengan Prabowo untuk Tangkal Hoaks: Turun 80 Persen
Ketua Umum ABJ, Michael Umbas, mengatakan berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, presiden dan wakil presiden (wapres) memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.
Umbas mengatakan bahwa ada baiknya jika pihak yang membuat wacana jabatan presiden tiga periode tersebut untuk memahami konstitusi.
Menurut Umbas, Jokowi saat ini lebih memilih fokus bekerja di periode ke dua dan menangani pandemi Covid-19.
"Pak Jokowi sangat menghormati konstitusi," ujar Umbas dikutipTribunWow.com dari Tribunnews.com pada Minggu (20/6/2021).
Beliau memilih fokus bekerja di periode kedua, apalagi dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan belakangan ini."