Tekini Daerah

Temukan Kakak Tewas Mengenaskan, Adik Ragukan Pelaku Hanya Satu Orang: Pasti Berontak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembunuhan sadis di Asahan bikin geger warga Kecamatan Air Joman, Kamis (10/6/2021).

TRIBUNWOW.COM - Khairul Anwar alias Pian, Warga Dusun 2, Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara ditemukan tewas di dalam kamarnya dengan tangan terikat.

Selain tangan, kaki korban diikat lakban dan leher diikat dengan sehelai kain saat ditemukan tak bernyawa pada Kamis (10/6/2021).

Menurut Ayub Hasibuan, adik ipar korban, pelaku pembunuhan lebih dari satu orang.

Hal itu dikatakan Ayub setelah mengetahui Kakaknya dibunuh dengan kaki dan tangan yang terikat.

Baca juga: Sosok Y, Remaja 17 Tahun yang Tikam Ibu Hamil di Palangkaraya, Dikenal Suka Mabuk-mabukan

Baca juga: Kondisi Bocah yang Disiksa secara Sadis hingga Lihat Kakak Dikubur Hidup-hidup oleh sang Bibi

"Tangan dan kaki diikat itu tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang saja. Sebab menurut saya pasti abang ini berontak," kata Ayub, Kamis(10/6/2021).

Ayub juga menduga bahwa pelaku menggasak harta benda korban dengan mengacak-acak kamar dan membongkar lemari.

"Ini pasti perampokan," kata Ayub.

Ayub juga menerangkan bagaimana pelaku bisa masuk ke rumah korban.

Menurutnya pelaku masuk lewat pintu dapur setelah dirinya mengecek pintu dapur yang rusak.

Diinya berharap, semoga pihak kepolisian bisa segera mengatasi peristiwa yang menewaskan kakanya tersebut.

Pengakuan Tetangga

Salah seorang tetangga korban bernama ayu, memberikan komentarnya terhadap penemuan mayat Pian.

Menururtnya, Pian adalah sosok orang yang sangat jarang berinteraksi dengan masyarakat lainnya.

"Semenjak duda dua tahun lalu, dia ini sangat jarang keluar rumah," ujar Ayu, Kamis(10/6/2021).

Lanjutnya, keseharian Pian biasanya pergi bekerja ke ladang yang tak jauh dari rumahnya.

Pian dikenal sebagai duda tajir karena memiliki banyak ladang.

"Ladangnya banyak, dia keluar paling untuk meladang dan setelah siap meladang balik ke rumah," katanya.

Ia tidak menyangka kalau korban meninggal dunia dengan cara tragis seperti ini.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengusut pelaku agar kampungnya merasa aman.

"Ya pak polisi kalau bisa di tangkap pelakunya, agar kami warga sini tidak takut untuk meninggalkan rumah. Kalau udah seperti ini kami juga takut, besok bisa saja rumah kami yang kena," pungkas Ayu.

Olah TKP

Kapolsek Air Joman, AKP Saut Hutagalung menjelaskan dari hasil olah tkp yang dilakukan oleh unit reskrim Polsek dibantu dengan tim inafis Polres Asahan korban murni meninggal dunia akibat dibunuh.

"Kami menduga, korban ini meninggal dunia akibat di bunuh," ujar Saut saat di lokasi, Kamis(10/6/2021).

"Korban berada didalam kamar dengan kondisi tengkurap."

Katanya, kondisi korban saat ditemukan, leher diikat dengan selasiban. "Kaki dan tangan juga diikat dengan solatip. Kemudian mulut disumpal dengan kain," katanya.

Sehingga, menurutnya saat ini dirinya dapat menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat dibunuh.

Duda yang Diikat dan Dibunuh di Dalam Kamar Diduga Dirampok Lebih dari Satu Orang

(TribunWow.com/Krisna) 

Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribun Medan dengan judul JENAZAH Khairul Anwar yang Diduga Dibunuh Diboyong ke Medan untuk Autopsi, DIKENAL Pendiam, Warga Tak Menduga Duda Kaya Meninggal Dibunuh dan DUDA Kaya di Air Joman Tak Bernyawa dalam Kondisi Mengenaskan, Ini Hasil Olah TKP Polsek