Terkini Daerah

Datangi Markas Polisi sambil Bawa Parang dan Teriak-teriak, Pelaku Punya Riwayat Gagal Tes AKABRI

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pria misterius yang menyerang Mapolresta Yogyakarta dibekuk petugas, Selasa (8/6/2021). Pria tersebut mengaku mendapat bisikan untuk menyerang aparat polisi.

TRIBUNWOW.COM - Warga Yogyakarta sempat dihebohkan oleh aksi seorang pria gondrong yang tiba-tiba mendatangi Mapolresta Yogyakarta sambil membawa parang, pada Selasa (8/6/2021).

Tak hanya membawa senjata, pelaku yang diketahui berinisial K tersebut juga berteriak-teriak menuntut keadilan.

Setelah dilakukan pendalaman terhadap identitas K, yang bersangkutan ternyata termasuk orang yang terdidik dan menempuh pendidikan hingga jenjang universitas atau perguruan tinggi.

Pria misterius yang menyerang Mapolresta Yogyakarta dibekuk petugas, Selasa (8/6/2021). Pria tersebut mengaku mendapat bisikan untuk menyerang aparat polisi. (TribunJogja.com/Yuwantoro Winduajie)

Baca juga: Kronologi Pria Gondrong Serang Mapolresta Yogyakarta sambil Bawa Parang, Ngaku Dapat Bisikan

Dikutip TribunWow.com dari TribunJogja.com, K diketahui sempat berkuliah di sebuah universitas di Surabaya.

Pada saat itu ia menempuh studi di Fakultas Teknik.

"Dia sempat kuliah di perguruan tinggi Surabaya, di fakultas teknik dan lulus. Cari kerjaan lama gak dapat," ujar Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Rabu (9/6/2021).

Fakta lain yang ditemukan adalah, K ternyata pernah gagal dalam mengikuti tes masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Pelaku disebut-sebut juga sudah lama mengalami gangguan kejiwaan.

"Dari pemeriksaan awal yang didampingi keluarganya dari Tuban, bahwa yang bersangkutan sudah lama mengalami stres. Sejak tahun 1999 tidak lulus AKABRI," kata Kombes Purwadi, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Rabu (9/6/2021).

Pihak keluarga menjelaskan, kejiwaan K semakin memburuk sejak tiga tahun terakhir.

Kemudian pada enam bulan yang lalu, K kabur dari rumah dan tiba di Yogyakarta, lalu ditangkap seusai mengancam aparat kepolisian.

Kini K akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.

"Dari kemarin ada keluarganya. Tapi ini yang bersangkutan mau kami rujuk ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan psikologinya. Jadi belum kami pulangkan," terang Kombes Purwadi.

Keluarga K yang diketahui berasal dari Tuban, Jawa Timur diketahui datang ke Yogyakarta setelah mendapat kabar K membuat kericuhan.

Pihak kepolisian menyampaikan, jika K benar-benar mengalami gangguan jiwa maka akan dipulangkan ke asalnya.

Halaman
123