Diduga pelaku tewas karena bunuh diri.
Pelaku kesehariannya diketahui merupakan seorang perangkat desa.
Ferry awalnya diduga merupakan pelaku karena tak pernah nampak pada acara duka meninggalnya MS.
"Padahal ia sangat gaul. Selalu hadir dalam acara duka. Tapi ada duka ia tak hadir," kata seorang warga, dikutip dari TribunManado.co.id, Minggu (23/5/2021).
Kemudian berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun oleh TribunManado, ada seorang warga yang sempat melihat terduga pelaku membawa mobil milik Bumdes.
Pada saat membawa mobil, terduga pelaku diduga tengah menyekap korban.
Karena pada saat itu satu tangan pelaku berada di setir atau kemudi, sedangkan tangan lainnya seperti menekan sesuatu.
Edi Sulu selaku ayah korban bercerita, ada seorang saksi mengaku sempat melihat korban dan terduga pelaku berpapasan pada hari hilangnya korban.
"Ia datang dari arah bawah sedang anak saya dari arah atas," tutur Edi.
Sebelum ditemukan di dalam karung, MS telah lebih dulu dinyatakan hilang sejak Selasa (18/5/2021).
Edi bercerita, ia terakhir bertemu dengan putrinya satu hari sebelum korban hilang.
Pada saat itu MS menawarkan kopi kepada sang ayah.
"Ia katakan papa sudah lelah nanti saya bikinkan kopi," ujar Edi menirukan perkataan putrinya pada saat itu, dikutip dari TribunManado.co.id, Sabtu (22/5/2021).
Edi bercerita, setelah itu dirinya mengajak anak gadisnya itu untuk pergi beribadah namun korban menolak.
"Ia minta uang 3000 untuk beli sosis. Setelah itu ia menghilang," ungkap Edi.