Terkini Daerah

Ngojek Gantikan Ayah, Nyawa Siswa SMA Ini Malah Melayang di Tangan Begal Berusia 14 Tahun

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Seorang remaja SMA tewas di tangan begal yang masih berusia 14 tahun. Korban mengalami 16 luka tusuk di sekujur tubuh.

TRIBUNWOW.COM - Nasib malang menimpa seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) berinisial JS (17), warga Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau.

Dilansir TribunWow.com, JS meregang nyawa di tangan begal saat melintas di Gang Kanopan Balam Km 9 Jalan Pelajar, Kecamatan Bangko Pusoko, Rohil, Kamis (20/5/2021) lalu.

Ternyata, pelaku pembegalan tersebut adalah anak yang masih berusia 14 tahun.

Ilustrasi - Seorang remaja SMA tewas di tangan begal yang masih berusia 14 tahun. Korban mengalami 16 luka tusuk di sekujur tubuh. (kompas.com)

Baca juga: Komposer Musik Gereja Bukan Tenggelam meski Tewas di Bengawan Solo, Polisi Interogasi 2 Saksi

Baca juga: Sosok Yulius Panon Pratomo, Komposer Musik Gereja yang Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Kapolres Rohil, AKBP Nurhadi Ismanto menyebut pelaku ditangkap pada Senin (24/5/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

Meski masih berusia 14 tahun, pelaku disebutnya sudah tak bersekolah.

"Pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal ini berusia 14 tahun dan tidak bersekolah," ujar Nurhadi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/5/2021).

Nurhadi menyebut pelaku menghabisi nyawa korban karena ingin merampas sepeda motornya.

Pembunuhan itu dilakukan dengan menggunakan sebilah pisau.

Nurhadi menambahkan, aksi pembegalan itu bermula saat pelaku datang ke rumah orangtua korban.

Setiap hari orangtua korban memang bekerja sebagai tukang ojek.

Saat itu, pelaku meminta diantar ke Kampung Suka Makmur.

Baca juga: Detik-detik Bidan Tewas Ditikam Suami, Ibu Korban Histeris Lihat Putrinya Sudah Tak Bisa Bersuara

Baca juga: 4 Begal Mengaku Polisi Gadungan Ditembak Polisi Sungguhan, Nekat Membegal karena Tak Punya Pekerjaan

Namun, korban kala itu meminta menggantikan sang ayah untuk mengantarkan pelaku ke lokasi tujuan.

Di perjalanan, korban meminta berhenti dengan alasan hendak mengambil rokok.

Bukannya mengambil rokok, pelaku justru menikam kepala korban.

"Dalam perjalanan, pelaku minta berhenti dengan alasan memetik rokok."

Halaman
12