Terkini Daerah

Hasil Autopsi Jasad Komposer Musik Gereja di Bengawan Solo, Tak Ada Tanda Tenggelam maupun Kekerasan

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yulius Panon Pratomo saat menggelar konser virtual untaian doa bagi arwah orang beriman pada (6/11/2020).

Menurut Antonia, Yulius meminta dikremasi jika meninggal dunia.

"Kalau sambil ngobrol gojekan itu cuma minta nanti kalau misalnya aku enggak ada, aku dikremasi aja," terang Antonia.

"Terus minta dinyanyikan lagu "Di Hadapanmu". Itu lagu ciptaan Mas Yulius sendiri."

Hingga kini belum diketahui penyebab kematian Yulius.

Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab kematian pendiri Sanggar Nafsigira di Yogya dan Solo tersebut.

Sebelum ditemukan tewas, Yulius sempat dilaporkan hilang sejak Minggu (23/5/2021).

Ia disebut tengah berada di Solo untuk memersiapkan konser di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT).

"Ketika kami menemukan Mas Yulius sudah tidak ada di rumah harusnya jadwal geladi kotor," ucap Antonia.

"Geladi kotor itu hari Minggu (23/5/2021) rencana pukul 10.00 WIB. Kami sepakat akan berangkat pukul 07.00 WIB."

Setelah ditemukan, jasad Yulius disemayamkan di RSUD dr Moewardi Solo.

"Ini posisi Mas Yulius ada di RSUD Moewardi untuk diauotopsi," sambungnya.

Baca juga: Ditemukan Tewas di Bengawan Solo, Komposer Musik Gereja Menghilang saat Dini Hari dari Penginapan

Korban Asal Yogyakarta

Kepastian identitas korban dipastikan merupakan Yulius Ponan Pratomo seusai pihak keluarga datang untuk mengecek langsung jenazah di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Pada saat ditemukan jasad sudah agak sulit dikenali karena mulai membengkak.

"Keluarga baru saja datang, terus dikasih lihat foto dan sidik jari pembanding, sudah yakin, saudara Yulius," ungkap petugas kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Dedi.

Halaman
123