Virus Corona

Terdeteksi Varian Baru Virus Corona di Malaysia, Ditularkan oleh Anjing dan Ada sejak 2017

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Virus Corona dari anjing yang terdeteksi pada pasien anak-anak di Malaysia pada tahun 2017 dan 2018 silam.

Terkait hal ini, Profesor Gray menekankan betapa pentingnya untuk mengawasi penyebaran virus-virus dalam tubuh manusia.

"Patogen-patogen ini tidak menyebabkan pandemi dalam semalam, butuh waktu bertahun-tahun agar mereka (patogen) bisa beradaptasi terhadap sistem imun manusia dan menyebabkan infeksi, lalu semakin efisien untuk menularkan antar manusia," ujar Profesor Gray.

"Kita perlu mencari tahu sumber dari patogen tersebut dan mendeteksinya sejak awal," sambungnya.

Sampai saat ini CCoV-HuPn-2018 akan terus dipelajari untuk mencari tahu apakah virus ini memiliki potensi bahaya yang besar atau tidak.

Baca juga: Malaysia Mencatat 6.075 Kasus Covid-19 Baru di Tengah Gelombang Ketiga yang Menerpa

WHO Sebut Vaksin Sudah Efektif

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada kemajuan soal program vaksin Covid-19.

Dikutip TribunWow.com dari Channelnewsasia, Jumat (21/5/2021), Direktur WHO mengatakan vaksin resmi bekerja melawan varian Covid-19 yang dikhawatirkan.

Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya aman untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pangeran William menerima dosis pertama vaksin Covid-19 di London, Kamis (20/5/2021). (Twitter @KensingtonRoyal)

"Saat ini kita menghadapi ancaman berkelanjutan dari ketidakpastian baru," ujar Direktur WHO Hans Kluge.

"Kami perlu terus berhati-hati dan memikirkan soal wacana perjalanan internasional," tambahnya.

Pertimbangan tersebut karena banyak negara yang masih memberikan penyebaran masif Virus Corona.

Seperti negara India yang memiliki varian Covid-19 dengan penularan yang mengkhawatirkan.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Sudah Dimulai, Simak Harga hingga Cara Mendaftarnya

Saat ini sudah ada 26 dari 53 negara yang teridentifikasi Covid-19 yang berasal dari India.

Negara tersebut paling banyak berada di kawasan Eropa.

Kluge menambahkan vaksin di India belum menyebar merata.

Sejauh ini hanya 23 persen orang di India yang menerima satu dosis vaksin.

Sementara vaksin kedua diberikan hanya sekitar pada 11 persen orang.

Menurutnya vaksin bisa diartikan matahari yang berada di ujung terowongan.

Namun, Kluge meminta setiap orang tidak dibutakan oleh cahaya matahari tersebut. (TribunWow.com/Anung/Tiffany Marantika)

Berita lain terkait Virus Corona