Viral Medsos

Sosok Bu Unggul, Pedagang yang Viral Berdebat Pakai Bahasa Inggris dengan Polisi saat Hendak Diusir

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar seorang protes Polisi tidak mau diusir karena berjualan di pantai Kuta Mandalika.

TRIBUNWOW.COM - Viral video memperlihatkan seorang ibu pedagang asongan menolak diusir saat berjualan di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat seorang ibu mengenakan hijab biru dan sarung hijau berdebat dengan polisi dan petugas keamanan.

Aksi ibu itu menjadi buah bibir warganet karena berdebat dengan polisi menggunakan bahasa Inggris.

Baca juga: Viral Video Diduga Pasangan Mesum di Kolam Renang Ndayu Park Sragen, Pengawas: Pasti Kita Tegur

Ibu itu menyampaikan kalimat panjang dalam bahasa Inggris sembari mendekati polisi dan menantang untuk difoto.

Seorang polisi terlihat menggunakan pengeras suara meminta para pedagang di pantai tersebut untuk pulang.

Namun, ibu pedagang asongan itu tetap tak menggubris imbauan itu.

"Saya ndak pulang, nak," kata ibu itu sambil melambaikan tangan ke polisi.

Baca juga: Fakta Viral Video Mobil Terparkir di Mapolres Pinrang Tiba-tiba Bergerak Sendiri, Ini Kata Polisi

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, ibu pedagang asongan itu bernama Riam atau sering disapa Inaq Unggul (Ibu Unggul), warga Desa Kuta, Lombok Tengah.

Inaq Unggul mengatakan, kejadian itu terjadi ketika dirinya dan sejumlah rekan berjualan di Pantai Kuta pada Minggu (16/5/2021).

Aksi berdebat dengan bahasa Inggris itu terpaksa dilakukannya karena kesal diusir petugas.

Padahal, ia berharap bisa mengais rezeki dari para pengunjung pantai pada libur Lebaran.

"Bagaimana saya pulang, tidak ada untuk beli beras, sawah ndak ada, gunung ndak ada, apa kita untuk makan," kata Inaq Unggul saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Fakta Viral Video Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas saat Bertugas, Ini Kronologinya

Unggul sudah lebih dari 10 tahun berjualan di Kuta Mandalika.

Ia menjajakan dagangan seperti mi instan, nasi bungkus, kopi, dan beberapa minuman serta makanan ringan.

"Saya sudah lama jualan di pinggir pantai, terus diusir kita sekarang, bagaimana untuk penghidupannya kita," kata Unggul.

Halaman
12