TRIBUNWOW.COM - Kelompok bersenjata dari Palestina, merilis video yang menunjukkan pejuang mereka menyiapkan sejumlah roket untuk menyerang Israel.
Dilansir TribunWow.com dari tayangan di kanal YouTube TvOne, mereka berencana menyerang tiga wilayah Israel.
Ketiga kota itu adalah Ashkelon, Ashut, dan Tel Aviv.
Baca juga: Bangunan 13 Lantai di Gaza Runtuh akibat Serangan Roket, Israel Klaim Sudah Memberi Peringatan
Dalam video yang beredar, tampak para pejuang Hamas menanam roket yang akan digunakan dalam serangan.
Hamas menyebutkan pihaknya akan menghantam kota-kota tersebut dengan mudah.
Di sisi lain, Israel mengerahkan ribuan tentara ke perbatasan Gaza.
Menurut Juru bicara tentara Israel, sebanyak 3.000 tentara cadangan telah dipanggil untuk mempersiapkan diri.
Dikutip dari Kompas.com, Hamas terus melancarkan roket ke arah kota-kota di Israel.
Akibat pertikaian kedua belah pihak, setidaknya 83 orang tewas akibat serangan udara Israel yang berlangsung sejak Senin (10/5/2021).
Sementara itu di Israel, tujuh orang meninggal dunia.
Diketahui perang kali ini merupakan yang terburuk sejak 2014.
Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) khawatir saling serang di Jalur Gaza membuat terjadinya perang skala penuh.
Baca juga: Kronologi Bentrok di Masjid Al-Aqsa Jelang Lailatul Qadar, Polisi Israel Usir Jemaah Palestina
Sejauh ini sebanyak 1.000 roket diluncurkan oleh kelompok Palestina selama 38 jam, kebanyakan diarahkan ke Tel Aviv.
Israel juga melancarkan serangan udara dan berhasil menghancurkan dua blok gedung di Gaza pada Selasa dan Rabu (12/5/2021).
Jalanan di Gaza hancur dan puing-puing bangunan berserakan.
Mobil-mobil hancur dan terbakar.
Israel mengatakan serangan itu bertujuan membunuh anggota senior Hamas di Gaza.
Kekerasan masih berlangsung sampai Rabu dini hari.
Sebelumnya militan Palestina Hamas mengaku telah menembakkan 130 rudal ke kota Tel Aviv di Israel (11/5/2021) waktu setempat, tak lama setelah pesawat tempur Israel menghancurkan bangunan di Gaza.
Warga dalam bangunan tersebut diultimatum untuk mengungsi.
Sebanyak 230 orang luka-luka dari serangan udara Israel.
Lihat videonya mulai dari awal:
Aparat Israel Bakal Tambah Pasukan
Aparat Israel akan menambah pasukan keamanan menyusul bentrok dengan pengunjuk rasa Palestina.
Dilansir TribunWow.com, demo tersebut terjadi pada Jumat (7/5/2021) dan Sabtu (8/5/2021), waktu setempat.
Bentrok lalu terjadi di Masjid Al-Aqsa dan Temple Mount, Yerusalem.
Baca juga: Kronologi Bentrok di Masjid Al-Aqsa Jelang Lailatul Qadar, Polisi Israel Usir Jemaah Palestina
Menurut The Times of Israel, insiden kekerasan ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Sebanyak 200 warga Palestina dan 17 aparat Israel terluka.
Kepala Pasukan Pertahanan Israel Aviv Kohavi mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pihaknya akan menambah pasukan.
Pengumuman itu disampaikan setelah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengadakan penilaian situasi kemanan bersama para pejabat tinggi militer, polisi, dan Shin Bet.
"Kelompok ekstremis dari kedua belah pihak tidak diperbolehkan menambah ekskalasi situasi," ucap Gantz.
"Israel akan terus bertindak untuk memastikan kebebasan beribadah di Temple Mount dan pada saat yang bersamaan tidak mengizinkan teror terus terjadi atau mengancam keamanan publik," lanjutnya.
Komisioner Polisi Kobi Shabtai juga mengadakan penilaian keamanan khusus terkait ketegangan yang meningkat di Yerusalem.
Baca juga: Bentrok Israel dengan Palestina Kembali Terjadi di Masjid Al Aqsa, Kali Ini Menyasar Sheikh Jarrah
Shabtai telah memerintahkan, terutama di area Yerusalem, untuk menambah kekuatan secara signifikan terutama pada malam suci bulan Ramadan pada hari Sabtu, yakni Lailatul Qadar.
Keamanan juga akan ditingkatkan jelang perayaan keagamaan beberapa hari berikutnya.
Hal ini merujuk pada Hari Yerusalem, libur nasional yang dimulai pada Minggu malam.
Pada hari itu masyarakat Israel akan merayakan bergabungnya Yerusalem dan akan ada parade besar-besaran di kota tersebut.
"Saya menegaskan di sini bahwa pengunjuk rasa punya hak untuk berdemo, tetapi kekerasan akan ditindak tegas dengan tanpa toleransi. Saya meminta semuanya bertindak secara bertanggung jawab dan menahan diri," ucap Shabtai.
(TribunWow.com/Brigitta)
Baca berita lainnya terkait Israel vs Palestina