Pemerintah Larang Mudik

Penyekatan di Kabupaten Bekasi, Cibitung, hingga Kedung Waringin Macet Total Dipadati Pemudik

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepadatan pemudik di pos penyekatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/5/2021) malam.

"Kalau nulis komentar di medsos, 'Peraturan apa itu?'," ungkapnya membacakan komentar warganet.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons soal keluhan para warganet seputar larangan mudik pada lebaran tahun 2021 ini. (youtube Ganjar Pranowo)

"'Kalau yang dikhawatirkan dan penularan, lha kenapa tempat wisata dibuka? Kenapa sekolah, kantor, pasar, mal, swalayan, tempat wisata semuanya dibuka? Itu malah jelas-jelas sangat membahayakan dan sumber penularan, masak yang dilarang kok cuma mudik'," ucap Ganjar membacakan komentar warganet.

"Begitulah kalau teman Anda itu menggerutu dan cenderung misuh," ungkap gubernur yang khas dengan rambut putihnya itu.

Ganjar lalu mengutip sejumlah makian yang kerap dipakai oleh warganet.

"Ono sing ngomong (ada yang ngomong) mbelgedes, kampret, cebong," ujarnya sambil tertawa.

Ganjar kemudian menegaskan bahwa mudik tidak dilarang dengan syarat tertentu.

"Jadi begini, yang melarang mudik itu siapa? Mudik itu boleh silahkan," kata dia.

"Tapi mudiknya virtual saja," lanjutnya.

Ganjar lalu mengungkit bagaimana masa awal pandemi begitu banyak pasien Covid-19, tenaga medis bekerja keras, hingga tukang gali kubur tak henti-henti bekerja.

Ia mengingatkan betapa bahayanya orang yang berpotensi terpapar Covid-19.

"Kita ini sangat berpotensi jadi penyebab kematian, satu, dua, puluhan, bahkan ratusan nyawa," kata Ganjar.

Terakhir Ganjar menegaskan bahwa keselamtan nyawa manusia lebih penting di atas tradisi dan sebagainya. (TribunWow.com/Brigitta/Anung)

Baca berita lainnya terkait mudik