TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer menanggapi polemik yang muncul karena video Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan bipang alias babi panggang.
Dilansir TribunWow.com, hal itu terungkap dalam tayangan Sapa Indonesia di Kompas TV, Sabtu (8/5/2021).
Diketahui sebelumnya Jokowi membuat pernyataan di kanal YouTube Kementerian Perdagangan yang mempromosikan kuliner khas daerah, termasuk masakan khas Kalimantan bipang Ambawang.
Baca juga: Momen Ali Ngabalin Naik Pitam saat Pidato Kontroversial Jokowi Disinggung: Jangan Kita Bahas
Pernyataan itu menjadi viral di media sosial dan menuai tanggapan dari banyak pihak, termasuk Immanuel Ebenezer.
"Harapan saya diusut orang ini. Siapa yang membuat narasi presiden? Dia harus bertanggung jawab. Bentuk pertanggungjawabannya adalah mundur," tegas Immanuel Ebenezer.
Ia menyebut kasus ini sudah terjadi berulang kali dalam berbagai kasus.
"Ini sudah berkali-kali. Kasus omnibus law, hanya sederhana pembelaannya salah ketik," kata Immanuel.
"Kedua soal PP Miras. Ketiga soal impor beras. Presiden bikin vlog selama tiga tahun tidak ada impor beras, ternyata selama tiga tahun ada impor beras. Terakhir soal bipang Ambawang," paparnya.
"Ini 'kan kalau mengulang-ulang terus ngeri sekali," komentar simpatisan Jokowi tersebut.
Ia langsung menyebut satu nama yang harus bertanggung jawab, yakni Menteri Sekretariat Negara Pratikno.
Baca juga: Gara-gara Bipang Ambawang, Politisi PDIP Sebut Mendag Lutfi Memojokkan Jokowi: Kerja Tak Teliti
Immanuel bahkan menyebut sebaiknya Pratikno diganti dengan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
"Mendingan kalau tidak mampu ganti saja Pak Pratikno dengan Om Ngabalin. Saya yakin beliau lebih punya kemampuan dalam selektif dan memverifikasi data dan informasi," ungkit dia.
Menurut Immanuel, Ngabalin kerap bertanggung jawab dalam berbagai blunder yang dilakukan pemerintah.
"Ini bahaya untuk Ngabalin, bahaya untuk saya. Bang Ngabalin saya lihat selalu cuci piring karena perilaku pejabat dan pengurus yang ada di Istana," singgung Immanuel.
"Saya juga punya tanggung jawab moral dan politik sebagai pendukung presiden. Kalau begini terus bagaimana?" kecamnya.