Terkini Nasional

Gara-gara Bipang Ambawang, Politisi PDIP Sebut Mendag Lutfi Memojokkan Jokowi: Kerja Tak Teliti

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Mufti Anam. Terbaru, Mufti Anam menilai Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah memojokkan posisi presiden.

Ia menjelaskan pernyataan presiden ditujukan kepada seluruh masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya.

Selain itu, kekayaan kuliner nusantara memiliki ciri khasnya masing-masing di tiap daerah.

"Jadi sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang memang sangat beragam," ucap Lutfi.

Ia lalu mengajak masyarakat meramaikan kuliner khas nusantara untuk memberdayakan UMKM.

Lihat videonya mulai dari awal:

Ali Ngabalin: Apa yang Salah?

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mempertanyakan pidato viral Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mempromosikan kuliner nusantara.

Pidato tersebut menjadi sorotan lantaran Jokowi menyebut Bipang Ambawang yang merupakan babi panggang sebagai makanan khas Kalimantan Barat.

Menurut Ali Ngabalin, hal tersebut seharusnya tak menjadi masalah lantaran Jokowi sebagai kepala negara juga mewakili beragam etnis dan agama yang ada di Indonesia.

Baca juga: Jokowi Bakal Bangun Rumah untuk Keluarga Korban KRI Nanggala 402: Tempatnya Terserah Ibu-ibu Semua

Baca juga: Ditanya Nadiem Makarim, Jokowi Ungkap Kebiasaan Unik Waktu Sekolah: Saya Tidak Mau Kalah

Diketahui, Jokowi memberikan pidato saat menghadiri acara Kementerian Perdagangan bertajuk Hari Bangga Buatan Indonesia, pada Rabu (5/5/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyebutkan ajakan untuk membeli kuliner asli Indonesia yang kini dapat dibeli secara online.

Satu di antaranya, Jokowi menyebut makanan Bipang Ambawang yang merupakan daging babi panggang.

Hal ini langsung memicu beragam respons dari publik hingga menjadi trending topik nasional.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Ngabalin. (Youtube/KompasTV)

Pasalnya, ungkapan tersebut dinilai tak sesuai dengan nuansa Ramadan yang sedang berlangsung.

Halaman
123