Sate Beracun

Sosok Nani, Pengirim Sate Beracun di Mata Keluarga: Dikenal Pendiam, Kerja Merantau di Usia 14 Tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana rumah NA di Majalengka. NA terlibat dalam kasus sate beracun yang menewaskan anak pengemudi ojol di Bantul.

Maman kini mengaku pasrah akan nasib yang menimpa putrinya.

Dirinya hanya berharap anaknya akan diberikan keringanan.

Sebelumnya diberitakan, Dir Reskrimmum Polda DIY, Kombes Burkan Rudy Satriya menyebut polisi berhasil menangkap pelaku setelah empat hari melakukan penyelidikan.

"Diamankan NA (25) warga Majalengka, Jumat (30/4/2021)," ujar Burkan, dikutip dari Kompas.com, Senin (3/5/2021).

Kepada polisi, NA mengaku salah sasaran.

Pasalnya, ia berniat mengirim sate beracun itu pada pria bernama Tomy.

Sasaran NA sebenarnya merupakan penyidik senior sekaligus anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta.

NA mengaku sakit hati pada Tomy hingga berniat membunuhnya.

Baca juga: Fakta terkait Sosok Pelaku, Motif, hingga Penyidik Senior yang Jadi Sasaran Sate Beracun

Kronologi Makan Sate Beracun

Awalnya kejadian ini bermula ketika Bandiman tengah beristirahat seusai salat Ashar di sebuah masjid di Kota Yogyakarta.

Pada saat Bandiman beristirahat, datang seorang perempuan tak dikenal menghampirinya.

Perempuan yang kini diketahui berinisial NA itu meminta Bandiman untuk mengirimkan paket makanan sate bakar dan lontong ke wilayah Kasihan, Kabupaten Bantul.

Baca juga: Siapa Aiptu Tomi, Polisi yang Jadi Sasaran Sate Beracun di Bantul: Penyidik Berprestasi dan Ramah

Anehnya, perempuan tersebut pada saat itu menolak menggunakan aplikasi ojol.

"Waktu saya siap-siap jalan, tiba-tiba ada perempuan menghampiri saya," ujar Bandiman, Senin (26/4/2021).

"Dia minta tolong antarkan paket ke daerah Kasihan ke pak Tomy. Saya bilang, pakai aplikasi saja. Terus mbaknya alasannya enggak ada aplikasi ojol," jelasnya.

Halaman
123