Keterangan terkait temuan racun dalam sate itu disampaikan Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono.
Hal itu ia sampaikan setelah hasil pemeriksaan laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY sudah keluar.
"Hasil laboratorium, iya, positif sianida. Racunnya potasium sianida," kata Wachyu.
Ia menjelaskan kandungan dalam racun ini juga ditemui dalam potas, seperti racun ikan.
Ia mengungkapkan potasium sianida mudah didapatkan, bahkan dijual bebas secara online.
"Racun sianida ini juga dijual online, banyak. Dijual secara bebas," papar Wachyu.
Kronologi Kejadian
Awalnya kejadian ini bermula ketika Bandiman tengah beristirahat seusai salat Ashar di sebuah masjid di Kota Yogyakarta.
Pada saat Bandiman beristirahat, datang seorang perempuan tak dikenal menghampirinya.
Perempuan itu meminta Bandiman untuk mengirimkan paket makanan sate bakar dan lontong ke wilayah Kasihan, Kabupaten Bantul.
Baca juga: Bicarakan Viral Babi Ngepet, Gus Miftah: Situasi Sudah Susah, Jangan Tambah Orang Jadi Susah Lagi
Baca juga: Viral Bocah 12 Tahun Sopiri Truk Trailer di Jalan Tol, Ternyata Disuruh Pamannya yang Mengantuk
Anehnya, perempuan tersebut pada saat itu menolak menggunakan aplikasi ojol.
"Waktu saya siap-siap jalan, tiba-tiba ada perempuan menghampiri saya," ujar Bandiman, Senin (26/4/2021).
"Dia minta tolong antarkan paket ke daerah Kasihan ke pak Tomy. Saya bilang, pakai aplikasi saja. Terus mbaknya alasannya enggak ada aplikasi ojol," jelasnya.
Bandiman pun mengiyakan permintaan wanita misterius itu mengirimkan paket secara offline.
Ketika mengirimkan paket itu, sang wanita tersebut juga meminta paket dikirimkan atas nama pria.