"Tidak ada firasat. Dengan kejadian ini kami sekeluarga shock, terkejut," tutur Untung saat ditemui Jumat (23/4/2021).
Untung mengungkapkan, Suheri yang berusia 51 tahun meninggalkan satu istri dan 3 anak.
Dua anak yang sedang menempuh pendidikan kuliah serta satunya masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sementara sang istri berprofesi sebagai pengajar SD di Gembong.
"Saya dapat kabar setelah salat Tarawih, ada berita di televisi kalau kapal tersebut hilang kontak."
"Besoknya ada temannya Suheri datang ke rumah mengabarkan."
"Terus mereka minta nomor istrinya buat dilaporkan ke atasannya," ungkap pria yang juga pensiunan PNS Angkatan Laut di bidang Arsenal.
Di mata Untung, Suheri merupakan anak yang baik.
Suheri selalu mengutamakan kerja sama ketika mendapatkan tugasnya.
Hasilnya juga baik dan memuaskan.
"Kalau sama teman-temannya baik. Selalu bekerja sama dan hasilnya juga baik. Mementingkan kerja sama," kata dia, dikutip dari Surya.co.id.
Baca juga: Jokowi Bakal Bangun Rumah untuk Keluarga Korban KRI Nanggala 402: Tempatnya Terserah Ibu-ibu Semua
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji, yang sempat menyambangi rumah keluarga Suheri mengatakan, mendapat banyak cerita tentang sosok PNS tersebut.
"Tentunya Pak Suheri sebagai PNS. Tadi diceritakan sama orang tuanya sebagai sipil yang memiliki keahlian di bidang elektronik."
"Jadi beliau satu satunya teknisi yang ada di kapal selam dengan mempunyai satu keahlian khusus," ungkapnya, Minggu siang (25/4/2021).
Selain itu, ketiga buah hati Suheri juga pandai. Dua di antara mereka mendapatkan beasiswa kuliah.