Reshuffle Kabinet

Ramai Isu Reshuffle, Fadjroel Pastikan Jokowi Belum Ambil Sikap: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat mengikuti ASEAN Leaders' Meeting, Sabtu (24/4/2021). Terbaru, Jubir Presiden RI, Fadjroel Rachman menyampaikan soal perkembangan isu reshuffle kabinet.

TRIBUNWOW.COM - Beberapa minggu yang lalu, isu reshuffle kabinet ramai dibicarakan oleh publik menyusul adanya pembentukan pos Kementerian Investasi serta peleburan Kemendikbud dan Kemenristek.

Mulai dari partai politik, relawan hingga pengamat sudah ramai memprediksi siapa saja menteri-menteri yang akan diganti oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman memastikan bahwa sampai Selasa (27/4/2021), Jokowi belum pernah menyatakan apapun soal isu reshuffle kabinet.

Jubir Presiden RI, Fadjroel Rachman menjelaskan soal sikap Presiden RI Joko Widodo terkait isu reshuffle kabinet, Selasa (27/4/2021). (YouTube Dr. M. Fadjroel Rachman #BungFADJROEL)

Baca juga: Masa Jabatan Tinggal 3 Tahun, Jokowi Nekat Reshuffle? Burhanuddin Muhtadi: Risikonya Tinggi

Hal tersebut disampaikan oleh Fadjroel dalam kanal YouTube miliknya @Dr. M. Fadjroel Rachman #BungFADJROEL, Selasa (27/4/2021).

"Selamat pagi, sampai saat ini presiden joko widodo belum pernah menyatakan akan melakukan reshuffle kabinet kepada publik," ujarnya.

Fadjroel menyampaikan apabila reshuffle kabinet memang dilakukan, maka Presiden Jokowi akan langsung mengumumkan hal tersebut di beranda Istana Merdeka seperti pada 22 Desember 2020 lalu.

Ia menyampaikan, sampai saat ini hal yang pasti adalah berdirinya 2 pos kementerian baru, yakni Kementerian Investasi dan peleburan Kemendikbud dan Kemenristek, yang mana keduanya didirikan atas pertimbangan tertentu, satu di antaranya adalah efisiensi serta efektivitas.

"Hal ini sesuai dengan sejumlah pertimbangan yang tercantum pada pasal 18 ayat 2 tentang pengubahan kementerian dalam Undang-Undang Nomor 39 tahun 2008 tentang kementerian negara," papar dia.

"Tentu pertimbangan pemerintah sesuai perkembangan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta pertimbangan khusus di pasal 18 ayat 2 untuk efisiensi dan efektivitas serta perubahan atau perkembangan tugas, dan fungsi meningkatkan kinerja, dan beban kerja pemerintah serta kebutuhan penangnanan urusan tertentu dalam pemerintahan secara mandiri," ujar Fadjroel.

"Adapun pembentukan kementerian baru yaitu kementerian investasi sesuai dengan pasal 13 ayat 1 dan ayat 2, sebagai pertimbangannya seperti untuk efisiensi dan efektivitas dan cakupan tugas serta perkembangan lingkungan luar," sambungnya.

Terakhir, Fadjroel menegaskan bahwa tidak ada siapapun yang mengetahui soal kebenaran isu reshuffle kabinet selain Presiden Jokowi dan Tuhan yang Maha Esa.

"Dalam bahasa rakyat hanya Presiden Joko Widodo dan Tuhan Maha Esa yang tahu kapan, siapa, yang akan menduduki jabatan menteri setidaknya pada 2 kementerian baru tersebut," terang Fadjroel.

"Atau dalam bahasa legal konstitusional reshuffle adalah hak prerogatif presiden," tandasnya.

Simak videonya:

Daftar Nama Menteri Rawan Reshuffle

Wacana reshuffle menjadi sorotan seusai rencana peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), serta dibentuknya Kementerian Investasi.

Diketahui ada dua versi nama-nama menteri yang kemungkinan akan diganti oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Pertama adalah versi dari relawan Jokowi Mania (JOMAN) dan kedua versi dari survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO).

Dari dua versi tersebut, ternyata daftar nama menteri yang kemungkinan besar akan di-reshuffle tidak jauh berbeda.

Baca juga: Belum Dapat Info soal Reshuffle, Wasekjen PDIP: Presiden Sebaiknya Komunikasi dengan Partai Koalisi

Versi Relawan Jokowi

Ketua Sukarelawan Jokowi Mania (JOMAN) Immanuel Ebenezer menyebut ada lima nama menteri yang pantas untuk di-reshuffle.

Immanuel mengatakan, ia memiliki sejumlah bukti bahwa kelima menteri yang ia sebut itu tidak bekerja sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

Bahkan ia menyebut ada menteri yang terus menerus membuat kesalahan sehingga memposisikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam posisi yang sulit.

Hal itu diungkapkan oleh Immanuel dalam acara KOMPAS PETANG, Kompastv, Selasa (13/4/2021).

Berikut ini adalah lima nama menteri yang diusulkan agar di-reshuffle oleh Immanuel:

1. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfhi

2. Menteri Sekretariat Negara, Pratikno

3. Menteri Kominfo, Johnny G. Plate

4. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

5. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil

"Dari lima ini kita lihat mereka punya track record yang cukup layak untuk diganti," kata Immanuel.

Baca juga: Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Mardani Ali: Jangan Politik Dagang Sapi Lagi, Sudah Periode Kedua

Versi Survei IPO

Dikutip dari Tribunnews.com, diketahui Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah merilis daftar nama menteri yang layak di-reshuffle dalam diskusi bertajuk "Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024".

Berbeda dengan versi relawan Jokowi, IPO mengurut nama-nama menteri dari angka 1 hingga 15.

Urutan pertama berarti menerima banyak suara dari masyarakat bahwa menteri yang bersangkutan layak untuk diganti atau di-reshuffle.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh IPO, nama-nama menteri yang layak di-reshuffle berkaitan dengan program selama pandemi Covid-19.

Berikut ini adalah 15 nama menteri yang layak di-reshuffle versi IPO:

1. Menkumham Yasonna Laoly: 54,0 persen

2. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah: 46,0 persen

3. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali: 41,2 persen

4. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo: 34,0 persen

5. Menkominfo Johhny G. Plate: 29,0 persen

6. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki: 28,5 persen

7. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo: 27,0 persen

8. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar: 23,8 persen

9. Menko Perekonomian Airlangga Hartanto: 19.3 persen

10. Menteri ESDM Arifin Tasrif: 19,0 persen

11. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati: 15,0 persen

12. Menteri ATR Sofyan Djalil: 12,1 persen

13. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan: 9,8 persen

14. Mendikbud Nadiem Makarim: 9,7 persen

15. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy: 9,1 persen

Survei yang dilakukan IPO ini melibatkan 1.200 reponden dan berlangsung dari 10 Maret hingga awal April 2021.

Metode yang digunakan yakni multistage random sampling.

Menurut Dedi, tingkat akurasi datanya 97 persen serta persentase eror dalam pengambilan sampel 2,5 persen. (TribunWow.com/Anung)

Sebagian artikel ini diolah dari Tribunnews.com dengan judul Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Yasonna Laoly Dianggap Paling Layak Diganti Menurut Survei IPO

Berita lain terkait Isu Reshuffle