Dr. Nadia menjelaskan terdapat strategi vaksinasi Covid-19 untuk mempercepat vaksinasi lansia di Indonesia, seperti dengan mekanisme 1:2, yang berarti satu orang non-lansia dapat divaksin jika membawa dua orang lansia untuk divaksinasi.
Kemudian, melibatkan komunitas, organisasi sosial dan pihak swasta untuk menjangkau lansia yang belum mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dan membantu proses edukasi dan sosialisasi vaksinasi kepada lansia.
Baca juga: Daftar Jenis Vaksin Covid-19 di Dunia, Mulai dari Teknologi yang Digunakan hingga Cara Kerjanya
Untuk masalah transportasi, strategi vaksinasi Covid-19 yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan akses vaksinasi melalui mobile vaccination dan mengatur transportasi dan mobilisasi lansia dari lokasi vaksinasi pertama dan kedua.
"Pelayanan pendaftaran juga dipermudah melalui pendaftaran kolektif dan bantuan pendaftaran dengan melibatkan komunitas dan organisasi sosial," ungkap Nadia.
Di bulan Suci Ramadan ini, Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan bahwa vaksinasi Covid-19 secara intramuskular tidak membatalkan puasa.
Maka, vaksinasi Covid-19 masih dapat dilakukan pada saat puasa.
Namun, apabila dirasa tetap enggan melakukannya di pagi atau siang hari, alternatif vaksinasi pada malam hari juga dapat dilakukan dengan melakukan penjadwalan.
Vaksinasi yang dilakukan di malam hari memang ditujukan untuk lansia agar mempercepat laju vaksinasi yang diberikan.
Terhitung dari Maret sampai April 2021 suplai dan target vaksinasi sebesar 30 juta dosis vaksin Covid-19 aitu sekitar 100.000 sampai 500.000 orang per hari dan Mei sampai Juni 2021 sebesar 50 juta dosis yaitu sekitar 500.000 sampai 1 juta orang per hari.
"Kecepatan (perkembangan) vaksinasi Covid-19 (lansia dan umum) di Indonesia saat ini, sesuai dengan target dan sudah sesuai dengan suplai vaksin yang tersedia," pungkas dr Nadia. (*)
Baca berita Vaksin Covid-19 lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vaksinasi Lansia di Indonesia, Begini Strategi dan Perkembangannya"