Jangan Lewatkan Sahur
Nadia juga mengimbau agar umat muslim yang akan mendapatkan suntik vaksin Covid-19 saat sedang berpuasa untuk tidak meninggalkan makan sahur.
"Pengganti makan pagi dan siang (saat berpuasa) itu kan makan sahur, kalau imbauan di luar bulan Ramadan sebelum vaksinasi tidak lupa sarapan, (pada saat Ramadan) jangan sampai tidak sahur," ungkap Nadia.
Saat sahur, lanjut Nadia, calon penerima vaksin diharapkan makan makanan bergizi dan seimbang, serta minum yang cukup.
"Ditambah dengan istirahat secukupnya, dengan menyesuaikan ibadah yang dilakukan," ungkap Nadia.
Setelah proses vaksinasi, apabila merasakan efek yang kurang nyaman, Nadia berpesan agar menghentikan segala aktivitas dan beristirahat.
"Dengan niat ingin sehat dan ingin memberikan perlindungan pada diri kita dan orang banyak, saya yakin kekuatan akan dimiliki juga oleh orang muslim yang menjalankan puasa," ungkap Nadia.
Lansia Jadi Prioritas Vaksinasi
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengimbau lansia menjadi prioritas pendistribusian vaksin Covid-19 selama bulan Ramadan.
Pasalnya, jelang hari Raya Idul Fitri kemungkinan banyak warga yang ingin bertemu dengan orang tuanya dan untuk memastikan lansia terlindungi dari kemungkinan terpapar dengan akibat yang serius.
"Tolong dipastikan dalam sebulan ini prioritas vaksinasi diberikan kepada lansia sehingga senior kita ini bisa dilindungi.
Kalau nanti dikunjungi keluarganya mereka imunitasnya relatif lebih baik," kata Menkes Budi di konferensi pers Minggu (18/4/2021).
Indonesia kembali menerima 6 juta bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac China di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (18/4/2021).
Menteri Budi mengatakan Kedatangan vaksin yang merupakan bagian dari 140 juta bulk vaksin yang akan di terima RI pada tahun ini.
Indonesia telah 59,5 total bulk vaksin dari Sinovac yang akan menjadi sekitar 47 juta dosis yang di produksi oleh PT Bio Farma.
Baca juga: Respons Kepala BPOM soal Penyuntikan Vaksin Nusantara di RSPAD: Tak Ada Kaitan dengan Kami