Dikutip dari TribunSumsel.com, Direktur RS Siloam Sriwijaya Palembang dr Bona Fernando menyebut korban penganiayaan dalam kondisi trauma.
"Saat ini perawat tengah kami rawat untuk menyembuhkan bukan hanya fisik tapi juga psikisnya. Karena memang beliau (korban) mengalami trauma yang cukup hebat," kata dr Bona, Jumat.
"Tapi tadi siang saya sudah bicara dengan perawat paling tidak dia sudah baikan dari kemarin. Kita berdoa, pelan-pelan nanti beliau bisa berkerja kembali seperti biasa merawat pasien lagi," lanjut dia.
Pihak rumah sakit juga bekerja sama dengan tim psikolog untuk membantu mengatasi trauma korban.
"Dari kemarin tim psikolog kita sudah turun untuk menangani korban," jelas dr Bona.
Kronologi Kejadian
Sebuah video yang menunjukkan penganiayaan terhadap perawat rumah sakit oleh keluarga pasien menjadi viral di media sosial.
Dilansir TribunWow.com, terungkap korban adalah SRC (28), perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang.
Video tersebut viral setelah diunggah di akun Instagram @ndorobeii, Jumat (16/4/2021).
Baca juga: Jadi Bahan Gosip Emak-emak, Pemuda Masjid di Jakarta Ditegur Gegara Viral Sahur Suara Mimi Peri
Diketahui kejadian bermula saat CRS sedang berada di kamar pasien nomor 6026 ruangan IPD 6, Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.40 WIB.
Seorang pria berbaju merah yang merupakan ayah pasien menemui CRS yang ditemani seorang perawat lainnya.
Saat itu ayah pasien tersebut menyuruh rekan perawat itu pergi meninggalkan CRS sendirian.
Namun rekan perawat yang menjadi saksi enggan meninggalkan kamar pasien tersebut.
Ayah pasien lalu bertanya bagaimana cara CRS melepaskan infus di tangan anaknya.
Ketika CRS hendak menjawab, pria berbaju merah tersebut justru memukul muka sebelah kiri korban.