Terkini Daerah

Rudapaksa Siswi SMP, Anak Anggota DPRD di Bekasi Diduga Tularkan Penyakit Kelamin ke Korban

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi anak anggota DPRD di Bekasi merudapaksa siswi SMP hingga akhirnya korban kini tertular penyakit kelamin menular.

TRIBUNWOW.COM - Nasib miris dialami oleh PU (15), seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Bekasi yang kini harus dioperasi akibat tertular penyakit menular.

Penyakit menular tersebut diketahui diderita oleh PU seusai menjadi korban rudapaksa seorang pria berinisial AT (21) yang diduga merupakan anak Anggota DPRD di Bekasi.

Kasus tersebut diketahui terjadi di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ilustrasi siswi SMP di Bekasi menjadi korban rudapaksa seorang anak anggota DPRD. (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Baca juga: Mantan Anggota DPRD Dihukum Mati karena Kasus Narkoba, Kuasa Hukum Sebut Tak Sesuai HAM

Dikutip TribunWow.com dari WARTAKOTAlive.com, korban kini menderita sebuah benjolan di alat kelaminnya.

Penyakit tersebut diketahui seusai korban menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Bekasi.

“Anak saya harus dioperasi, dokter di RSUD menyebutkan ada benjolan di kelamin anak saya,” ucap LF (46) selaku ibu korban saat dikonfirmasi, Kamis (15/4/2021).

Benjolan itu mulai muncul setelah korban dirudapaksa oleh AT baru-baru ini.

“Dulu enggak ada benjolan, setelah persetubuhan terus timbul karena persetubuhan itu, makanya harus dioperasi, jalan satu-satunya,” kata LF.

Ibu korban mengiyakan bahwa anaknya sempat berpacaran dengan pelaku tanpa sepengetahuan dirinya.

“Iya itu (terduga pelaku), anak anggota DPRD (Kota Bekasi),” kata LF.

Baca juga: Pacaran dengan Pria Beristri, Siswi SMP di Bekasi Ngaku Kerap Dihajar Gara-gara Chat di HP

Dihajar Gara-Gara Chat

Korban bercerita, rekannya awalnya mengenalkan dirinya dengan pelaku.

Berawal dari pertemuan dengan pelaku, korban kemudian kerap dibujuk dan dirayu hingga akhirnya mau menjalin hubungan asmara.

AT yang diketahui sudah berkeluarga itu ternyata tinggal tidak jauh dari kediaman korban.

Namun hubungannya itu justru berbuah pahit.

Halaman
123