TRIBUNWOW.COM - Jamal (33) kini telah diamankan oleh polisi seusai membunuh ayahnya sendiri, Tatong (86) dengan cara menebas korban memakai sebilah parang.
Kasus tersebut diketahui terjadi di Kelurahan Bittoeng, Kecamatan Duampuna, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Minggu (11/4/2021).
Sampai saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami sosok pelaku.
Baca juga: Soroti Modus Pemuka Agama di Medan Bujuk Siswi SD untuk Dicabuli, Komnas PA Minta Pelaku Dikebiri
Meskipun masih pendalaman, pihak kepolisian telah membantah bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.
Dikutip TribunWow.com dari TribunPinrang.com, info itu berasal dari keluarga pelaku.
Namun pihak kepolisian tidak membenarkan informasi itu karena tidak ada bukti tertulis yang mendukung fakta bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.
"Untuk saat ini fakta-fakta dan data-data, pelaku tidak mengalami gangguan kejiwaan," kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi, Senin, (12/04/2021).
"Soalnya pelaku tidak ada bukti keterangan dari dokter ataupun riwayat kelainan jiwa," ujarnya.
Iptu Deki menyampaikan, pihak kepolisian dalam waktu dekat berencana untuk memeriksa kejiwaan pelaku.
Sebelum melakukan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, pelaku ternyata seorang residivis.
Pelaku diketahui pernah dipenjara pada tahun 2014.
Kala itu ia ditahan karena kasus pernah melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarganya.
Ditangani oleh Polsek Duampanua, pelaku kemudian menjalani masa hukuman tiga tahun penjara.
Pelaku pun tak memungkiri ketika ditanyakan apakah pernah dipenjara atau tidak.
Namun ia lupa kapan dirinya melakukan kejahatan tersebut.
"Tidak tahu kapan itu," ujar pelaku sambil mengusap mata sebelah kanannya.
Demi Bela Ibu
Pelaku sendiri mengaku membunuh ayahnya karena tak tahan melihat ibunya selalu dipukuli korban.
"Hanya saja (perkelahiannya) berulang-ulang," ujar pelaku saat ditanya Penyidik Resum Polres Pinrang, Senin, (12/04/2021).
Pada saat membunuh korban, pelaku mengaku dalam kondisi sadar.
Dirinya juga mengiyakan bahwa kala itu ibunya melihat langsung tragedi pembunuhan tersebut.
Baca juga: 6 Kasus Berakhir Damai, Oknum Kepsek Sekaligus Pendeta di Medan Dilaporkan Cabuli 7 Siswi SD
Ibu Pelaku Menjerit
Pada Minggu (11/4/2021), korban yang baru saja selesai salat Ashar dari masjid tengah beristirahat berbaring di bawah rumah.
Secara tiba-tiba, pelaku mendatangi korban sembari membawa parang.
Pelaku kemudian langsung membacok leher korban menggunakan parang.
Baca juga: Jauh dari Istri, Marbot di Bandung Khilaf Cabuli 6 Bocah Perempuan: Lama Enggak Hubungan Badan
Menyaksikan kejadian tragis itu, ibu pelaku sekaligus istri korban hanya bisa berteriak histeris.
Korban kemudian tewas akibat luka bacokan di leher.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pelaku hanya satu kali membacok korban namun mengakibatkan luka fatal.
"Akibatnya korban mengalami luka terbuka pada bagian lehernya," ungkap Iptu Deki.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga memeriksa sejumlah saksi, mulai dari istri korban hingga tetangga.
"Pada saat penangkapan, pelaku masih memegang sebilah parang yang ia gunakan menebas korban," ujar Iptu Deki. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari tribun-timur.com dengan judul Bukannya Minta Maaf Sebelum Ramadan, Jamal Justeru Tega Cabut Nyawa Ayah Depan Ibu, Kronologi, Pengakuan Jamal Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung di Pinrang, Tak Terima Ibunya Sering Dipukul, dan Polisi Bantah Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung di Pinrang Alami Gangguan Jiwa
Berita lain terkait Kasus Anak Bunuh Ayah