"Tidak tahu kapan itu," ujar pelaku sambil mengusap mata sebelah kanannya.
Demi Bela Ibu
Pelaku sendiri mengaku membunuh ayahnya karena tak tahan melihat ibunya selalu dipukuli korban.
"Hanya saja (perkelahiannya) berulang-ulang," ujar pelaku saat ditanya Penyidik Resum Polres Pinrang, Senin, (12/04/2021).
Pada saat membunuh korban, pelaku mengaku dalam kondisi sadar.
Dirinya juga mengiyakan bahwa kala itu ibunya melihat langsung tragedi pembunuhan tersebut.
Baca juga: 6 Kasus Berakhir Damai, Oknum Kepsek Sekaligus Pendeta di Medan Dilaporkan Cabuli 7 Siswi SD
Ibu Pelaku Menjerit
Pada Minggu (11/4/2021), korban yang baru saja selesai salat Ashar dari masjid tengah beristirahat berbaring di bawah rumah.
Secara tiba-tiba, pelaku mendatangi korban sembari membawa parang.
Pelaku kemudian langsung membacok leher korban menggunakan parang.
Baca juga: Jauh dari Istri, Marbot di Bandung Khilaf Cabuli 6 Bocah Perempuan: Lama Enggak Hubungan Badan
Menyaksikan kejadian tragis itu, ibu pelaku sekaligus istri korban hanya bisa berteriak histeris.
Korban kemudian tewas akibat luka bacokan di leher.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pelaku hanya satu kali membacok korban namun mengakibatkan luka fatal.
"Akibatnya korban mengalami luka terbuka pada bagian lehernya," ungkap Iptu Deki.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga memeriksa sejumlah saksi, mulai dari istri korban hingga tetangga.