TRIBUNWOW.COM - Masyarakat Indonesia sempat dibuat heboh oleh julukkan kampung miliarder yang disematkan kepada warga Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang mendadak kaya akibat menerima ganti rugi miliaran rupiah dari pembebasan lahan PT Pertamina di awal tahun 2021 kemarin.
Belakangan ini beredar kabar bahwa kampung yang dulu viral itu warganya hanya memiliki uang sisa sebesar Rp 50 juta.
Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto membantah terkait isu tersebut.
Baca juga: Pemiliknya Belum Bisa Nyetir, Belasan Mobil Warga Desa Miliarder Tuban Rusak, Ada yang Tabrak Garasi
Dikutip TribunWow.com dari TribunMadura.com, Gihanto memperkirakan sisa uang warga-warganya paling sedikit masih mencapai angka Rp 1-1,5 miliar.
"Saya kira tidak sampai segitu, itu kan hanya pengakuannya saja," ujar Kades kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).
Namun Gihanto tak menampik banyak warga yang uangnya habis untuk membelikan aset.
"Kalau perasaan saya biasa saja, uang warga banyak untuk membeli aset," terangnya.
Gihanto menduga, beredarnya uang warga tinggal sedikit berasal dari kekhawatiran warga soal banyaknya uang yang mereka miliki.
Ia menambahkan, situasi keamanan di desa tersebut masih dalam kondisi terkendali.
Diketahui ada total 225 KK di Desa Sumurgeneng yang mendapatkan uang ganti rugi.
Lahan warga yang dibeli diketahui akan digunakan untuk proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Pertamina-Rosneft asal Rusia.
Perasaan Warga yang Jadi Miliarder
Wantono,adalah satu dari beberapa warga Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendadak menjadi miliarder.
Dirinya mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan dari PT Pertamina sebesar Rp 24 miliar.
Dilansir TribunWow.com dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, Rabu (17/2/2021), Wantono mengaku sejauh ini hanya membeli satu mobil, yakni jenis Mitsubishi Xpander.