"Karena dalam berbagai survei, Moeldoko elektabilitasnya jauh dari AHY."
Lebih lanjut, Adi pun menyinggung soal kasus Hambalang yang kembali diungkit.
Menurut Adi, tuduhan itu sangat serius.
Pasalnya, kubu Moeldoko secara jelas menyebut Ibas terlibat dalam kasus korupsi tersebut.
"Konferensi pers di Hambalang ingin menjelaskan satu hal," ucap Adi.
"Bahwa penyebab kebobrokan Partai Demokrat salah satunya adalah kasus Hambalang yang menyeret begitu banyak elite Demokrat, rontok karena korupsi."
"Tapi ada persoalan serius, ada bobot hukumnya karena di situ menyebut nama Mas Ibas yang minta diperiksa kasus Hambalang yang tidak selesai."
"Ini yang saya sebut sebagai satu serangan yang ditingkatkan bobotnya," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-6.00:
Kubu AHY: Kubu Moeldoko Sudah Frustrasi
Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) belum lama ini mengangkat kembali soal kasus kasus korupsi proyek Hambalang ketika menggelar konferensi pers di Bogor, pada Kamis (25/3/2021).
Dalam kesempatan itu, Demokrat versi KLB menyatakan bahwa masih ada koruptor proyek Hambalang yang belum diproses hukum.
Menanggapi proses itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtiar menilai bahwa Demokrat versi KLB termasuk Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko selaku Ketua umumnya, tengah berada dalam kepanikan.
Baca juga: Diminta Demokrat Versi KLB untuk Usut Tuntas Kasus Hambalang, KPK: Kami Tidak akan Terpengaruh
Dikutip dari YouTube Kompastv, Kamis (25/3/2021), Renanda beranggapan seharusnya Demokrat versi KLB lebih fokus mengurus keabsahan hasil KLB mereka.
"Saya rasa begini ya, Pak KSP Moeldoko dengan teman-temannya ini semua yang dulu mantan-mantan kader partai Demokrat sepertinya memang sudah frustasi," kata Renanda.