Pilpres 2024

Ngaku Tak Panik, Reaksi Politisi PDIP saat Anies Puncaki Survei Pilpres 2024: Buat Asyik-asyikan Aja

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri), dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Prabowo (kanan). Anies Baswedan menduduki posisi pertama dalam hasil survei calon presiden 2024 yang dilakukan Indikator Politik Indonesia,

TRIBUNWOW.COM - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Dedi Sitorus membantah partainya panik saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di urutan pertama hasil survei Indikator Politik Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, Dedi menganggap elektabilitas Anies Baswedan bakal menurun jika tak lagi menjabat gubernur.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Rabu (24/3/2021).

Politisi PDIP Dedi Sitorus membantah PDIP kepanasan saat Anies Baswedan puncaki hasil survei Indikator Politik Indonesia. (Capture Youtube KompasTV)

Baca juga: Soal Ganjar Pranowo Dipilih Anak Muda untuk Pilpres 2024, DPP PDI-P: Hari Ini Survei Enggak Penting

Baca juga: Mardani Ungkap Alasan Prabowo Terpental dari Survei Versi PKS, Posisinya Digantikan Ridwan Kamil

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia melakukan survei sejumlah nama yang dipilih anak muda menjadi presiden 2024.

Dari survei tersebut, Anies Baswedan ada di urutan pertama.

Sementara itu, Politisi PDIP sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ada di urutan kedua.

"Karakteristik kelompok ini kebanyakan apolitis dan masih gampang berubah, belum tentu pergi ke TPS waktu pencoblosan," jelas Dedi.

"Jadi perlu upaya yang besar untuk menggarap segmen ini."

"Meskipun kecil tentu bisa menentukan kemenangan."

Menurut Dedi, nama yang memuncaki hasil survei itu kerap muncul di media sosial.

Karena itulah, ia menganggap para anak muda memilih Anies Baswedan.

"Siapa yang paling banyak muncul di media maupun media sosial, pasti populer," kata Dedi.

"Tapi begitu dikuliti oleh Mas Hendro Satrio nanti bisa terbuka dengan sendirinya."

Baca juga: Ngaku Bingung Ramai Survei Calon Presiden 2024, Effendi Gazali Justru Kasihani Jokowi: Kan Baru 2021

Baca juga: 2021 Sudah Ramai Survei Capres, Effendi: Ini Seperti Amerika, Ciri Khas Bangsa yang Terbelah

Dedi menyebut, PDIP tak ambil pusing soal hasil survei tersebut.

Pasalnya, menurutnya, Pemilu 2024 masih terlalu jauh dibicarakan.

"Karena akan ada proses kampanye, survei seperti ini sifatnya dinamis," ucap Dedi.

"Pasti akan sangat banyak berubah."

"Jadi tidak terlalu khawatir, nomor dua juga sudah bagus."

Meski nama Ganjar Pranowo yang mencuat, Dedi menyebut PDIP belum tentu mencalonkan gubernur Jawa Tengah itu di Pilpres 2024.

Karena itu, ia menganggap hasil survei tersebut untuk hiburan semata.

"Pemilunya masih jauh, kita juga belum tentu Pak Ganjar," ujarnya.

"Jadi buat asyik-asyikan aja sih menurut saya."

"Terasa banget dalam konteks pemenangan pemilu."

Lebih lanjut, Dedi, menilai elektabilitas Anies Baswedan bakal menurun jika sudah tak menjabat sebagai gubernur.

Karena itu, ia tak mau ambil pusing soal Pilpres 2024 mendatang.

"Yang enggak terasa adalah saat Anies sudah enggak gubernur, apa iya masih tinggi elektabilitasnya?," kata Dedi.

"Kan kita masih lihat dulu nanti, ketika dia sudah kehilangan panggung sehingga untuk berbedak muka dia enggak punya panggung."

"Pasti akan menurun menurut saya," tandasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-4.23:

Effendi Gazali: Kasihan Jokowi

Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali mengaku kasihan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu terkait ramainya survei tentang calon presiden Pilpres 2024 mendatang.

Padahal, Jokowi belum genap dua tahun menjabat sebagai presiden di periode kedua.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia untuk calon presiden (capres) 2024 pilihan anak muda, Senin (22/3/2021). Anies Baswedan menduduki peringkat pertama, diikuti Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil. (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Sebut Airlangga Hartarto Berpeluang Besar Jadi Capres 2024, Ujang Komarudin: Akan Ada Tarung Bebas

Baca juga: Elektabilitas AHY Hanya 4,1 Persen, Demokrat Yakin Bisa Kejar Ketertinggalan Mendekati Pilpres 2024

Hal itu diungkapkan Effendi dalam kanal YouTube tvOneNews, Senin (22/3/2021).

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menganggap hasil survei tersebut akan menentukan Pilpres 2021 jika memenuhi kondisi tertentu.

"Jadi kalau ditanya seberapa menentukan? Tergantung apakah anak muda menggunakan hak pilihnya atau tidak," jelas Burhanuddin.

"Kemudian apakah mereka memersuasi warga lain memilih calon sesuai aspirasi mereka."

Baca juga: Sebut Prabowo Berpeluang Besar Menangkan Pilpres 2024, M Qodari: Beliau Punya Popularitas 

Baca juga: Qodari Yakin Prabowo dan Anies Baswedan bakal Maju di Pilpres 2024, Singgung soal Dukungan PDIP

Pernyataan Burhanuddin itu langsung ditanggapi Effendi.

Ia justru merasa heran karena topik Pilpres 2024 kini terus dibahas.

"Hal yang pertama, saya suka bingung ya ini kan baru 2021," jelas Effendi.

"Kenapa kita langsung berbicara tentang para capres."

Effendi malah merasa kasihan pada Jokowi.

Pasalnya, kini seolah banyak pihak yang ingin segera mencari pengganti Jokowi.

"Apa enggak kasihan Pak Jokowi? Dia kan masih harus bekerja," kata Effendi.

"Tiba-tiba kita seakan-akan 'Kita loncat aja deh ke 2024, kita cari presiden penggantinya'."

"Ini seperti di Amerika, ini ciri khas bangsa yang terbelah."

"Sekarang saja orang membicarakan apakah Trump akan maju kembali ke 2024? Atau Meghan Markle bisa maju sebagai calon lawannya di 2024?," lanjutnya. (TribunWow.com/Tami)

Simak artikel lain terkait survei Pilpres 2024 di sini