Terkini Daerah

Sosok Anak yang Penggal Kepala Ayah Kandung di Lampung, Paman Sebut Pelaku Sempat Marah Tanpa Sebab

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas melakukan olah TKP pembunuhan sadis di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Selasa (23/3/2021).

TRIBUNWOW.COM - Warga Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah dihebohkan dengan kasus anak bunuh ayah kandungnya Senin (22/3/2021).

Dikutip dari Tribun Lampung, pelaku diketahui bernama Kukuh Priyono Waskito sementara korban bernama Slamet Riyadi.

Kondisi kejiwaan Kukuh Priyono Waskito, pelaku pembunuhan keji terhadap ayahnya, masih menjadi teka-teki.

PK (kiri), pria asal Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, tega memenggal kepala ayah kandungnya (kanan). Diduga karena sempat meminta menikah tapi tak disetujui. (Kolase (Istimewa via TribunLampung.com) dan (Instagram/@Telegram/99channel via YouTube Tribunnews.com))

Baca juga: Teriak-teriak Sambil Tenteng Kepala Ayah yang Dipenggal Keliling Kampung, Pelaku: Bapakku Mati

Wanda, sang kakak, menyebut Kukuh seperti orang normal lainnya.

Namun, tidak sedikit yang memiliki anggapan berbeda.

Salah satunya adalah Bera, paman Kukuh.

Bera mengatakan, Kukuh sempat mengalami gangguan kejiwaan sekitar lima bulan lalu.

Saat itu, kata Bera, Kukuh sering marah tanpa sebab dan kerap menyendiri.

"Seingat saya, lima bulan lalu dia sempat marah-marah, sering ngomong sendiri. Tapi setelah itu kayaknya sudah diobati dan sembuh. Nggak pernah marah-marah lagi," kata Bera, Selasa (23/3/2021).

Menurut Bera, Slamet Riyadi dan Ningsih sangat menyayangi anak bungsunya itu.

Di matanya, Kukuh adalah anak yang pendiam.

"Pendiam. Dia setiap hari bantu ayah ibunya ke kebun. Saya gak pernah mendengar ada ribut-ribut Kukuh dengan orangtuanya atau dengan tetangga di sini," jelas Bera.

Baca juga: Sadis, Pria Tega Penggal Kepala Ayah Kandung lalu Dibawa Keliling Kampung, Diduga Tak Direstui Nikah

Bera mengaku tidak pernah menyangka Kukuh dapat melakukan tindakan keji yang menggegerkan warga kampungnya.

Setelah kejadian, kata Bera, Ningsih masih syok.

Ningsih saat ini berada di rumah kerabatnya yang berlokasi tepat di depan rumahnya.

Halaman
1234