TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menanggapi isu yang dikemukakan mantan Ketua MPR Amien Rais tentang wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Selasa (16/3/2021).
Menurut Amien Rais, ada upaya untuk mengamandemen Undang-undang Dasar demi memperpanjang masa jabatan presiden di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Ramai Isu Presiden 3 Periode, Denny Siregar Tuding Amien Rais Hanya Buat Isu ke Jokowi: Lucu Memang
Jokowi sendiri telah membantah dirinya berminat maju kembali sebagai presiden.
"Saya sepakat bahwa dialog kita tensinya agak menurun karena presiden telah mengatakan itu kepada publik," komentar Ali Ngabalin menanggapi pernyataan presiden.
Ia mengingatkan Jokowi telah menyampaikan pernyataan serupa dua kali selama masa kepemimpinannya.
"Tanggapan ini bukan untuk pertama kali, tetapi sudah yang kedua kali setelah wacana ini muncul," ungkit Ngabalin.
Dengan begitu, menurut Ngabalin, Jokowi telah menunjukkan dirinya tetap patuh kepada Undang-undang Dasar 1945 yang di dalamnya turut mengatur masa jabatan presiden.
Diketahui, presiden dan wakil presiden hanya dapat dipilih dua kali.
"Itu artinya berada pada prinsip dengan tegak lurus pada ketentuan dan ketetapan konstitusi Undang-undang Dasar Tahun 1945 pada Pasal 7 yang terkait dengan masa jabatan presiden dan wakil presiden untuk bisa dipilih kembali dalam satu periode lagi," papar Ngabalin.
"Itu tegak lurus. Clear," tegasnya.
Baca juga: Tanggapi Kecurigaan Amien Rais soal Upaya Ubah Aturan Presiden 3 Periode, Ali Ngabalin: Faktor Uzur
Ngabalin menilai hal ini tidak perlu dipersoalkan lebih lanjut karena presiden telah menyatakan sikapnya.
Ia menyebut wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini justru membuat kekacauan di publik.
"Jadi kepada publik Tanah Air, saya mengulangi pernyataan Bapak Presiden supaya isu dan pernyataan yang menghabiskan, menyita waktu kita semua, ini sudah selesai," tegas Ngabalin.
"Karena pernyataan ini mengganggu ruang publik, mengotori perbincangan kita, dan lain-lain," jelasnya.
Ia juga memberi komentar pada kecurigaan Amien Rais.
Menurut dia, Amien Rais berupaya mengadu domba antara presiden dengan masyarakat.
"Pernyataan Pak Amien Rais ini adalah satu pernyataan halusinasi, perkiraan, seperti ahli nujum begitu, yang maknanya itu adalah membenturkan Presiden Joko Widodo dengan rakyat," tutupnya.
Lihat videonya mulai dari awal:
Amien Rais Samakan dengan Rezim Soeharto
Mantan Ketua MPR RI Amien Rais mengungkapkan dugaan adanya wacana masa jabatan presiden diperpanjang menjadi tiga periode.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Amien Rais Official, Sabtu (13/3/2021).
Ia menyebut hal ini layaknya masa pemerintahan Soeharto yang selalu memenangkan pemilu selama 32 tahun.
Baca juga: Sindir BW Kehabisan Argumen sampai Serang Jokowi, Ali Ngabalin: Masa Sih Tidak Pakai Hati?
"History repeat itself (sejarah mengulang dirinya sendiri, -red). Sepertinya ini tidak boleh diulangi, rezim kita tidak boleh mengulangi," ucap Amien Rais.
Amien khawatir bagaimana dampak hal itu bagi kondisi politik dan persatuan bangsa.
"Makanya kalau kita berikan rezim ini kekuatan yang tidak bisa dikritik lagi, oposisi dibasmi, tidak ada lagi demokrasi, jadi kita betul-betul akan mengalami kehancuran politik, bahkan perpecahan bangsa yang lebih berat lagi," katanya.
Ia menyinggung sikap DPR dan MPR dalam menghadapi isu ini.
Amien mendesak agar tidak perlu memperpanjang masa jabatan presiden sampai tiga periode.
"Saya meminta saudara-saudara sekalian, para anggota DPR, MPR, DPD, lembaga peneliti negara yang lain, akankah kita biarkan plotting rezim sekarang ini akan memasukkan pasal supaya bisa dipilih ketiga kalinya itu?" kata pendiri Partai Ummat ini.
"Ini dugaan saya bisa keliru. Kalau keliru, saya minta maaf," tambah dia.
Baca juga: Hendri Satrio Anggap Pilpres 2024 Makin Seru, 3 Gubernur Ini dan Maruf Amin Jadi Kandidat Kuat?
Amien menyebut akan ada gerakan penolakan yang besar jika pasal tersebut diketok palu.
Ia menilai hal ini dapat berpengaruh bagi demokrasi.
Amien bahkan menyebutnya sebagai rencana rezim yang saat ini berkuasa.
"Atau kemudian kita akan menekan, yaitu turun ke jalan. Bukan people power, itu sudah kuno," ungkit mantan kader PAN ini.
"Tapi bagaimana kita bisa menunjukkan dengan posisi yang betul-betul solid bahwa rezim itu sesungguhnya sedang mengarah kepada penguburan demokrasi kita," tegasnya.
"Jadi demokrasi akan dikubur. Kalau rencana rezim yang saya curiga itu berjalan," tambah Amien Rais. (TribunWow.com/Brigitta)