"Kata Pak Jokowi nih, hanya ada dua alasannya, satu ingin menjerumuskan, satu ingin menjilat."
"Itu kan kata Pak Jokowi, jadi jangan diseret-seret ke kabinetlah."
"Itu urusannya MPR dan partai politik, dan itu haknya," sambungnya.
Karena itu, Mahfud kembali menegaskan belum ada pembahasan soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga kali.
"Kan asyik baca gitu, tapi pemerintah enggak ada wacana mau tiga kali, empat kali."
"Kita sekarang pakai undang-undang yang berlaku aja," tandasnya.
Simak videonya berikut ini:
Singgung Demokrat, Mardani Ali Peringatkan Jokowi
Sementara itu dari Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyebut bahwa wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode sangat berbahaya.
Tidak hanya bagi bangsa dan negara tetapi juga bagi kelangsungan demokrasi, karena menurutnya justru akan mengembalikan seperti era orde baru.
"Masyarakat dan kita semua wajib menjaga agar tidak ada gerakan, ide, gagasan presiden tiga periode," ujar Mardani, dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, Senin (15/3/2021).
"Karena itu bertentangan dengan reformasi dan dapat membuat demokrasi kita mati," imbuhnya.
Hanya saja, Mardani menyadari dan membenarkan bahwa memang ada peluang untuk merubah UUD 1945 tentang jabatan presiden.
Baca juga: Pernah Dampingi SBY, Jusuf Kalla Beri Dukungan untuk Partai Demokrat, AHY: Miliki Hubungan Sejarah
Bahkan dikatakannya peluang tersebut sangat terbuka lebar, mengingat kondisi pemerintahan yang begitu mendominasi partai politik.
"Kedua, wajar sebagian pihak berpendapat ada peluangnya karena perimbangan oposisi dengan koalisi sangat jomplang, apalagi ada gerakan Demokrat mau dikooptasi, atau sudah dikooptasi," jelas Mardani.