Terkini Daerah

Soroti Minuman Misterius Aliran Hakekok, MUI Curigai Campur Tangan Makhluk Halus: Penggunaan Mantra

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi mengamankan A (52), pimpinan kelompok aliran Hakekok di Mapolres Pandeglang, Jumat (12/3/2021). A dan belasan pengikutnya diduga menjalankan aliran sesat, di antaranya ritual mandi bareng di tempat terbuka di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Polisi mengamankan keris, kemenanya hingga alat kontrasepsi di rumah A. Terbaru, Waketum MUI mencurigai pimpinan aliran Hakekok menggunakan bantuan makhluk halus untuk mempengaruhi pengikutnya.

Kades Ungkap Ada Minuman Misterius

Sebelumnya pada acara yang sama, info soal minuman misterius itu pertama kali diungkap oleh Kepala Desa Banyuasih, Iyat Sanjaya.

Iyat menyampaikan, uang bukanlah alasan aliran Hakekok diikuti banyak orang.

"Tidak ada sama sekali orang yang mendanai untuk masalah uang," kata dia.

Baca juga: Sosok Pemimpin Aliran Hakekok yang Viral Lakukan Ritual Mandi Bareng Tanpa Busana, Dikenal Tertutup

Iyat menceritakan ada alasan lain mengapa aliran Hakekok diikuti oleh warga sekitar.

Hal itu didapatnya dari pengakuan seorang warga.

Dijelaskan Iyat, para pengikut aliran Hakekok menjadi lupa ingatan untuk sementara seusai meminum sesuatu yang diberikan oleh pimpinan aliran yakni Arya (52).

"Katanya mereka jadi lupa apa yang dilakukan setelah minum air yang diberikan imam (pimpinan)," terang dia.

Selanjutnya, Iyat merinci soal ritual mandi bareng yang kini tengah viral di media sosial (medsos).

Iyat menjelaskan, ritual dimulai saat mereka bersama pergi dari rumah masing-masing.

Setibanya di pinggir danau, para pengikut aliran Hakekok langsung melakukan ritual mandi bersama.

Barang-barang pribadi yang dibawa oleh para pengikut aliran Hakekok kemudian dibuang ke danau.

"Menurut mereka apa yang dibawa, termasuk HP, pakaian, itu dilempar ke danau," ujar Iyat.

Iyat mengatakan, para pengikut aliran Hakekok percaya, dengan membuang barang-barang itu akan membersihkan hal-hal kotor dalam diri mereka.

Sang pimpinan aliran yakni Arya, disebut memiliki wewenang untuk menggerayangi tubuh para pengikut wanita.

Halaman
123