Selain itu, ia merasa sedih karena urusan internal partai dibawa ke publik.
"Hari ini aku menangis melihat dua tokoh Demokrat," ucap Ruhut.
"Kenapa ini kita bawa ke ruang publik? Ini yang saya sedih," jelasnya.
Ia mengaku sudah mengetahui adanya hal itu saat ada satu pihak di Demokrat yang memberitahu akan adanya perpecahan.
"Saya sedih. Saya waktu kawan-kawan ini cerita, saya ini orang hukum. Saya tahu AD/ART," tuturnya.
"Jangan-jangan halu ini kawan-kawan mau KLB," lanjut Ruhut.
Ruhut mengaku sempat diminta membujuk Moeldoko agar mau menjadi ketua umum.
"Mereka bahkan bilang, 'Abang 'kan dekat dengan Pak Moeldoko, kawan-kawan maunya Pak Moeldoko jadi ketua umum untuk menyelamatkan partai ini'," ungkap mantan Ketua DPP Demokrat ini.
"Yang benar? Saya telepon Pak Moeldoko. Di situ saya sedih. Moeldoko ini di mana dosanya?" tanya Ruhut. (TribunWow/Tami/Brigitta)