TRIBUNWOW.COM - Mantan kader Partai Demokrat, Darmizal, sempat menangis tersedu-sedu saat mengaku menyesal mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga terpilih di Kongres Partai Demokrat 2015.
Dilansir TribunWow.com, Partai Demokrat pun menanggapi tangis Darmizal tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra justru menganggap tangisan Darmizal hanya sandiwara belaka.
Baca juga: Demokrat Kubu KLB Beberkan Video Pernyataan SBY Ngaku Bukan Pendiri Partai: Rekamannya Utuh, Jelas
Baca juga: Moeldoko Awalnya Ngaku Cuma Ngopi, Andi Mallarangeng soal Pemecatan Kader Demokrat: Pengkhianat
Ia pun meminta Darmizal agar tak terbawa perasaan (baper) karena dipecat oleh Partai Demokrat.
"Mantan kader, jangan baper. Bukan sinetron Korea ini. Jangan buat drama," kata Herzaky, dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/3/2021).
"Seakan-akan paling punya jasa dan paling peduli terhadap partai ini."
Menurut Herzaky, Darmizal hanya ingin membuat drama baru dalam konflik upaya pendongkelan kursi kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pasalnya, Herzaky selama ini mengenal Darmizal tak memiliki jasa apa pun untuk Partai Demokrat.
Baca juga: Sambangi Mahfud MD, AHY: Kami Harap Tragedi Pencaplokan Kepemimpinan Partai Demokrat Segera Usai
Baca juga: Ngaku akan Objektif soal Kisruh Demokrat, Yasonna Laoly Tegur SBY dan AHY: Jangan Main Serang-serang
Justru, Darmizal memilih meninggalkan Partai Demokrat dan menjadi relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.
"Pas kami butuh bantuan di Pileg 2019, pas survei Partai Demokrat lagi jatuh-jatuhnya," kata Herzaky.
"Sekitar 3-4 persen, dengan ancaman gagal electoral threshold, Darmizal malah kabur menjadi relawan Jokowi."
Karena itu, Herzaky memetanyakan pernyataan Darmizal yang mengaku peduli pada Partai Demokrat.
Apalagi menurut Herzaky, tindakan Darmizal di Pilpres 2019 itu termasuk sebagai pengkhianatan terhadap Partai Demokrat.
"Kalau sudah berkhianat sebelumnya, tak heran kalau kemudian berkhianat lagi dengan membawa-bawa orang luar untuk dijadikan Ketua Umum dalam Kongres Luar Biasa dagelan yang tidak sah dan tidak dihadiri pemilik suara," lanjutnya.
Tangis Darmizal