Isu Kudeta Partai Demokrat

Ngaku akan Objektif soal Kisruh Demokrat, Yasonna Laoly Tegur SBY dan AHY: Jangan Main Serang-serang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menkumham, Yasonna Laoly. Yasonna meminta Partai Demokrat berhenti tuding-tuding pemerintah terkait kudeta yang menyeret nama Kepala KSP, Moeldoko, Selasa (9/3/2021).

Yasonna bahkan mengucapkan celetukan saat perwakilan Fraksi Partai Demokrat menyerahkan berkas pandangan.

"Itu supaya dicatat, itu saja titik," ujar Yasonna.

"Kalau ini SK udah langsung ketua fraksi dia," celetuknya.

Simak videonya berikut ini:

Saat Pangkat Jenderal Moeldoko Disinggung Demokrat

Di sisi lain, sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengungkit bantahan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.

Dilansir TribunWow.com, Herzaky menyebut semua kebohongan Moeldoko kini terbrongkar seusai dipilih menjadi ketua umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB).

Herzaky bahkan turut menyinggung pangkat Moeldoko sebagai seorang jenderal.

Jenderal Purn Moeldoko tiba di arena Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versis KLB Sumut. (Tribun-Medan.com)

Baca juga: Balas Ucapan SBY yang Menyesal Beri Jabatan Moeldoko, Razman Arif: Ibu Megawati Lebih Menangis

Baca juga: Teruskan Pesan dari Moeldoko, Razman Arif: Tak Ada Hubungan dengan Pak Jokowi, Hilangkan Tagar KSP

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Selasa (9/3/2021).

"Alhamdulillah kita tidak hidup di zaman Majapahit sehingga orang enggak bisa manipulasi," kata Herzaky.

"Semua bisa dicek, dikroscek dengan apa yang terjadi di 2001, 2002, 2003."

"Banyak video siapa pendiri, siapa penggagas, jadi saya enggak mau masuk perdebatan itu."

Herzaky pun yakin adanya keterlibatan pemerintah di balik pemilihan Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

"Sudahlah, publik udah tahu kok, bukan hanya kami yang bicara, banyak sekali yang bicara," ujarnya.

"Apa yang dilakukan oleh GPK PD ini dan keberadaan KSP, enggak bisa itu dipisahkan."

Baca juga: Ikut KLB Partai Demokrat, Gerald Piter Ungkap 3 Kerancuan, dari KTA Moeldoko hingga Pemilihan Ketum

Baca juga: Ikut KLB Partai Demokrat, Gerald Piter Ungkap 3 Kerancuan, dari KTA Moeldoko hingga Pemilihan Ketum

Halaman
123