Terkini Daerah

Terbongkar Prostitusi Online di Makassar, 12 Pria dan 4 Wanita Kepergok di Kamar, Tarif Rp 500 Ribu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi prostitusi online yang dilakukan lewat aplikasi. Kepolisian berhasil mengungkap bisnis prostitusi online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

TRIBUNWOW.COM - Kepolisian berhasil mengungkap bisnis prostitusi online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dilansir TribunWow.com, kasus prostitusi itu terbongkar seusai polisi menggerebek tiga kamar hotel diĀ  Jl Pandang Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (8/3/2021) malam.

Dari penggerebekan, polisi mengamankan 16 anak baru gede (ABG) yang terlibat jaringan bisnis haram tersebut.

12 di antaranya remaja pria, sedangkan 4 lainnya wanita.

Sebanyak 16 remaja belasan tahun diamankan Tim Resmob Polsek Panakkukang dan Resmob Polda Sulsel, Senin (8/3/2021) malam. (TribunTimur.com/Muslimin Emba)

Baca juga: Robby Abbas Kembali Ditangkap, Ini Rekam Jejak Kariernya, Pernah Jual 100 Artis di Bisnis Prostitusi

Baca juga: Kisah Leida, Wanita yang Jajakan Layanan Prostitusi dari Bilik Cinta 4x4 Meter di Depok: Sudah Biasa

Saat digerebek, mereka berada di tiga kamar yang berbeda.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman menyebut penggerebakan dilakukan Tim Resmob Polsek Panakkukang dan dibantu Resmob Polda Sulsel.

"Kami amankan terkait adanya informasi awal, terkait sex (prostitusi) online di salah satu hotel daerah Panakkukang," ujar Jamal, dikutip dari TribunTimur.com, Selasa (9/3/2021).

Menurut Jamal, pihaknya menemukan belasan panah busur dan obat-obatan saat menggerebek tiga kamar.

Namun, ia mengaku belum mengetahui jenis obat-obatan tersebut.

"Saat dilakukan periksaan di beberapa kamar tersebut, kami dapati beberapa busur serta ada obat-obatan yang masih kita interogasi jenisnya apa," jelas Jamal.

Baca juga: Terjaring Razia, PSK di Tasikmalaya Tetap Jajakan Diri meski Hamil Tua: Untuk Kebutuhan Hidup

Baca juga: Pengakuan PSK yang Sedang Hamil Tua tapi Masih Ramai Pelanggan: Mungkin Beda Aja Kali

Seorang ABG yang terjaring razia, NH (16), mengakui terlibat postitusi online.

Ia mematok tarif Rp 500 ribu untuk sekali kencan.

"Biasa Rp 500 ribu satu kali," ujar NH pada polisi.

Wanita di bawah umur itu mengaku mulanya menawarkan layanan seks lewat aplikasi miChat.

Namun kini, ia beralih ke WhatsApp karena sudah punya langganan.

Halaman
12