Vaksin Covid

Baru Tiba di Indonesia, Vaksin AstraZeneca Lebih Aman untuk Lansia? Simak Kata Satgas Covid-19

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI VAKSINASI - Tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). Terbaru, vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia, Selasa (9/3/2021).

TRIBUNWOW.COM - Ketua Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K Ginting menjelaskan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang baru saja tiba di Tanah Air.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Primetime News di Metro TV, Selasa (9/3/2021).

"Ini adalah hasil dari pengembangan vaksin AstraZeneca dan University of Oxford," jelas Alexander K Ginting.

Ilustrasi vaksin Covid-19. Terbaru, vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia, Selasa (9/3/2021). (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Baca juga: Beredar Isu Vaksin Covid-19 Akibatkan Kemandulan, Benarkah? WHO Ungkap Sederet Mitos dan Faktanya

Ia menjelaskan teknologi yang digunakan untuk mengembangkan vaksin ini lebih maju.

"Kelebihannya dia ini lebih banyak dikerjakan dalam bentuk teknologi biologi-molekuler yang lebih advanced. Kemudian bisa diberikan pada usia 18 sampai 55 tahun," kata Alexander.

Sama seperti vaksin Sinovac yang sebelumnya sudah didistribusikan pemerintah, vaksin AstraZeneca juga harus diberikan dua kali.

Proses pemberiannya juga melalui suntikan intramuskular.

"Kemudian diberikan 0,5 cc per dosis, bila dua dosis berarti 1 cc dalam 24 hari. Injeksinya intramuskular," papar Alexander.

Ia menjelaskan ada sedikit perbedaan dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm yang dikembangkan di China.

"Sumber penelitiannya di Inggris. Jadi ini termasuk vaksin yang berbeda dengan Sinovac atau Sinopharm, di mana platformnya adalah inactivated virus," terang Alexander.

Baca juga: BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ketahui Potensi Efek Sampingnya

Alexander membenarkan vaksin AstraZeneca sudah diuji untuk orang berusia di atas 55 tahun atau lanjut usia (lansia).

Sejauh ini belum ditemukan efek negatif yang ditimbulkan penyuntikan AstraZeneca kepada lansia.

Walaupun begitu, Alexander mengingatkan vaksin ini pun masih dalam penelitian lebih lanjut.

Maka dari itu, kemungkinan efek samping atau terkait komponen lainnya masih perlu diteliti.

"Kalau kita lihat bahwa AstraZeneca ini diuji juga untuk di atas 55 tahun. Kemudian dari berbagai penelitian yang berjalan tidak didapatkan laporan yang serius atau kejadian pasca-imunisasi yang serius," ungkapnya.

Halaman
123