TRIBUNWOW.COM - Mantan petinggi Partai Demokrat, Jhoni Allen mengklaim kongres luar biasa (KLB) yang digagasnya legal dan sah.
Pasalnya menurut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, di antaranya adalah didukung dan dihadiri oleh dua per tiga ketua DPD dan separuh ketua DPC.
Dilansir TribunWow.com, Jhoni Allen menyebut unsur tersebut sudah terpenuhi.
Baca juga: Jawaban Max Sopacua saat Ditantang Andi Mallarangeng Sebutkan 1 Ketua DPD yang Hadir di KLB Demokrat
Baca juga: Reaksi Andi Mallarangeng Ditawari Max Sopacua Jadi Pengurus di Partai Demokrat Hasil KLB
Dirinya menyatakan di antaranya ada tujuh ketua DPC dari Bali yang hadir dalam KLB tersebut.
"Sangat benar, itu benar sekali. Tanda tangannya dan fisik juga jelas," ujar Jhoni Allen.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta memberikan bantahan.
Dirinya memastikan bahwa tidak ada satupun ketua DPC Bali yang menghadiri KLB di Sumut.
Menurutnya, dalam waktu yang sama, tujuh orang yang diklaim Jhoni Allen datang ke KLB justru menghadiri acara Partai Demokrat di Bali.
"Pernyataan bahwa ada 7 ketua DPC dari 9 yang hadir, kemarin kami di Bali itu menggelar Rakorda, semua DPC itu hadir, ada 9," ungkapnya
"Jadi tidak ada yang hadir ke sana, karena kami menggelar acara yang sama di Bali, yaitu Rakorda," jelas Mudarta.
Baca juga: Pidato Perdana Moeldoko sebagai Ketum Demokrat Versi KLB, Berapi-api Serukan Kejayaan Demokrat
Mudarta lantas menyebut bahwa Jhoni Allen telah melakukan pembohongan publik.
"Ini kan pembohongan publik, Anda figur publik harusnya memberikan contoh kepada semua agar menghormati hukum dan moral," sebut Mudarta.
Menanggapi hal itu, Jhoni Allen mengaku siap membuktikannya.
Pasalnya menurut Jhoni Allen, pihaknya memiliki bukti berupa foto dan tanda-tangan ketujuh ketua DPC Bali yang hadir.
Jhoni Allen bahkan mengungkit dukungan kepada Mudarta yang disebutnya hanya ada dua ketua DPC dari sembilan DPC.