Shankar kemudian ditahan di Kantor Polisi Kotwali.
Baca juga: Cerita Ibu Ade Sara Bertemu Kedua Pembunuh Anaknya: Kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan
Polisi juga masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus kematian Pinki.
Nawal Singh Sikarwar, advokat yang mewakili Pinki dan Roshan menyoroti bahwa peristiwa pembunuhan tersebut juga terjadi atas kelalaian pihak polisi yang tidak mengindahkan perintah dari Pengadilan Tinggi untuk melindungi pasangan tersebut.
“Ini adalah kelalaian besar polisi bahwa meskipun perintah Pengadilan Tinggi memberikan perlindungan kepada pasangan tersebut, Pinki diculik dan dibunuh," ujar Nawal Singh Sikarwar.
“Pasangan itu telah mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka mengkhawatirkan keselamatan mereka, dan ingin hidup satu sama lain atas kehendak bebas mereka sendiri,” ujar advokat tersebut di pengadilan.
Pihak keluarga Roshan pun memulai proses pidana terhadap 11 orang lain termasuk ayah, paman dan kerabat Pinki lainnya.
Mereka menduga Shankar dan segerombolan orang telah membawa Pinki secara paksa, melakukan cercaan diskriminatif dan merusak rumah mereka.
Tak hanya itu, saat ini Roshan pun merasa khawatir akan keselamatan dirinya.
“Saya tahu mereka mungkin membunuh Pinki. Saya telah memberi tahu polisi tentang hal ini ketika keluarga Pinki membawanya pergi.
“Tapi mereka (polisi) mengatakan bahwa bagaimanapun juga, yang membawa Pinki pergi adalah orangtuanya sendiri dan mereka akan membawanya ke pengadilan siang esok hari,” ujar Roshan pada The Indian Express.
Roshan pun mengatakan ia telah memohon sambil menangis, namun polisi tidak menggubris aduannya.
Baca juga: Terekam CCTV Detik-detik Selebgram Makassar Tewas Dibunuh Pacar, Tanpa Busana Lari Minta Tolong
Aktivis dan Kelompok Masyarakat Kecewa
Kavita Srivastava, presiden unit dari Persatuan Rakyat untuk Kebebasan Sipil (PUCL) mengatakan bahwa tindakan polisi yang tak mengindahkan perintah untuk melindungi pasangan nahas itu memalukan.
“Itu juga mengekspos komitmen polisi dan pemerintah Rajasthan terhadap keamanan wanita,” ujar Kavita.
Meskipun ada perintah dari Pengadilan Tinggi kepada polisi untuk melindungi pasangan itu, lanjut Kavita, Pinki masih dibunuh secara brutal.